PANDAAN, Radar Bromo - Warga Sukorame, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, geger. Selasa (2/6) sore, seorang lelaki ditemukan tewas bersimbah darah di rumah Kar, 66, warga setempat.
Korban diketahui berinisial Ag, 35, yang tidak lain anak dari Kariyono.
Sehari-hari, lelaki bertato itu sebenarnya tinggal di rumahnya sendiri. Lokasinya juga di Dusun Sukorame, namun beda RT.
Sejak Minggu (31/5), korban pulang ke rumah ayahnya dan tidur di kamar belakang. Sampai akhirnya korban ditemukan meninggal.
Kematian korban pertama kali diketahui oleh ayahnya, sore pukul 15.00. Awalnya, adik perempuan korban yaitu Nhl, 28, mendengar suara mengorok dari kamar belakang.
Sang adik lantas memberitahu ayahnya. Segera, ayah korban masuk ke kamar belakang untuk mengecek. Nhl mengikuti dari belakang.
Saat itulah, korban ditemukan tertelungkup bersimbah darah di lantai kamar. Segera ayahnya dibantu adik ipar korban, Cdp, 30, mengangkat tubuh korban dan memindahnya ke kasur.
Baca Juga: Pembuat Kue Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Kontrakan, Tangannya Ada Bekas Luka Sayat
Setelah dibaringkan di kasur, baru diketahui ada luka sayatan di leher kiri korban.
"Keterangan saksi atau bapak korban, korban ditemukan tergeletak di lantai kamarnya dan bersimbah darah. Kemudian dipindah ke kasur. Baru diketahui ternyata di leher kiri ada luka sayatan. Setelah dicek ternyata korban sudah meninggal," terang Kapolsek Pandaan Kompol Slamet Prayitno.
Adik ipar korban yaitu Cdp, langsung melaporkan kejadian itu pada ketua RT setempat. Saat itu, Cdp melaporkan bahwa korban meninggal diduga bunuh diri. Laporan kemudian diteruskan ke Polsek Pandaan.
Petugas Polsek Pandaan langsung datang ke lokasi dan mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Beberapa saat kemudian, tim Inafis Polres Pasuruan dan tim Buser Satreskrim juga tiba di lokasi dan melaukan olah TKP selama sekitar dua jam.
Mencakup pemeriksaan jasad korban, dokumentasi kondisi TKP, dan mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, sejumlah pisau dan pakaian korban.
Namun, kondisi TKP sudah berubah. Sebelum polisi sampai, adik korban Nhl mengepel ceceran darah di lantai kamar. Sehingga kondisi lantai kamar bersih saat petugas datang melakukan olah TKP.
Usai olah TKP sekitar pukul 18.15, jasad korban dievakuasi dengan ambulans Puskesmas Pandaan ke RS Bhayangkara Porong, Sidoarjo untuk visum dan otopsi.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Daffa Sava Pradana mengatakan, untuk sementara korban diduga bunuh diri.
Namun di rumah sakit, jasad korban tidak hanya divisum luar. Melainkan juga diotopsi. Sebab, ada indikasi tindak pidana dalam kematian korban.
“Ada indikasi tindak pidana sehingga otopsi diperlukan untuk memastikan penyebab kematiannya,” jelas Daffa. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi