Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Antar Istri Kerja, Pegawai RSUD Waluyo Jati Ngaku Dibegal di Kraksaan: Diserang dengan Pisau, Alami Sejumlah Luka

Agus Faiz Musleh • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:56 WIB
SAAT DIRAWAT: Petugas Polsek Kraksaan saat memintai keterangan kepada Nugroho Priyo Wicaksono, warga Perumahan Kraksaan Permai, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, yang mengaku menjadi korban begal. (Foto: Istimewa)
SAAT DIRAWAT: Petugas Polsek Kraksaan saat memintai keterangan kepada Nugroho Priyo Wicaksono, warga Perumahan Kraksaan Permai, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, yang mengaku menjadi korban begal. (Foto: Istimewa)

 

KRAKSAAN, Radar Bromo- Nasib apes dialami Nugroho Priyo Wicaksono 33. Warga Perumahan Kraksaan Permai, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo yang seharinya bekerja di RSUD Waluyo Jati itu menjadi korban begal.

Nugroho mengaku dibegal saat melintas di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Kandangjati Kulon, Kraksaan, tepatnya di sisi timur Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo, pada Senin (1/6) malam.

Peristiwa tersebut diakui korban terjadi sekitar pukul 21.45, persis setelah mengantar istrinya, Dewi Wijayanti, 31, ke RSUD Waluyo Jati untuk bekerja shift malam.

Saat itu kondisi Nugroho sedang tidak fit, lantaran tengah sakit diare dan vertigo. "Awalnya saya berangkat dari rumah sekitar jam setengah sembilan malam, untuk mengantar istri. Saya sampai di RSUD Waluyo Jati sekitar hampir pukul 9 malam," ujar Nugroho, bercerita di rumahnya, Selasa (2/5).

Setelah memastikan istrinya tiba di rumah sakit, Nugroho langsung kembali pulang menggunakan sepeda motor Honda Beat merah tahun 2014 bernomor polisi N 6320 MQ.

Ia mengaku tidak merasakan firasat apapun karena jalan tersebut merupakan rute yang hampir setiap hari dilaluinya sejak bekerja di RSUD Waluyo jati pada 2023.

Baca Juga: Jatanras Bekuk Tiga Komplotan Begal Motor asal Pasuruan: Satu Pelaku Didor, Bawa Senjata Tajam saat Beraksi

"Saya kaget karena jalan tersebut memang sudah menjadi jalan sehari-hari untuk kerja sejak 2023 masuk kerja di RSUD Waluyo Jati. Hampir setiap hari saya lewat situ," katanya.

Namun ketika melintas sekitar 10 hingga 20 meter sebelum kawasan kantor BPN yang berada di sekitar lokasi kejadian, situasi mendadak berubah.  

Dalam kondisi tubuh yang sedang kurang sehat akibat tekanan darah rendah dan diare, Nugroho mengaku dihentikan oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan sepeda motor.

"Saya dikagetkan oleh seseorang yang menyuruh berhenti. Awalnya saya kira teman. Begitu saya berhenti, salah satu pelaku langsung menyerang menggunakan pisau dan menyabet tangan kanan saya," tuturnya.

Meski terkejut, Nugroho sempat melakukan perlawanan. Ia mengaku memukul pelaku yang dibonceng, namun upayanya tidak berhasil karena dirinya lebih dulu ditendang hingga terjatuh bersama sepeda motornya.

"Saya sempat melawan. Yang dibonceng sempat saya pukul. Tapi saya ditendang sampai motor jatuh. Setelah itu saya lepas helm dan tetap mencoba bertahan," ujarnya.

TERLUKA: Nugroho Priyo Wicaksono, warga Perumahan Kraksaan Permai, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, yang mengaku dibegal Senin (1/6) malam. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)
TERLUKA: Nugroho Priyo Wicaksono, warga Perumahan Kraksaan Permai, Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, yang mengaku dibegal Senin (1/6) malam. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dalam kondisi terluka, pelaku yang membawa senjata tajam disebut terus berusaha menyerang.

Menyadari kondisinya yang tidak stabil, Nugroho akhirnya memilih mundur perlahan demi menghindari risiko yang lebih besar.

"Kalau saya teruskan melawan mungkin risikonya lebih besar. Akhirnya saya mundur pelan-pelan," katanya.

Saat menjauh sekitar 10 hingga 20 meter dari lokasi, Nugroho melihat dua sepeda motor lainnya datang bergabung. Dari situ ia menduga pelaku berjumlah enam orang yang datang menggunakan tiga sepeda motor.

"Setelah saya mundur, ada dua motor lagi yang datang. Jadi saya perkirakan total ada enam orang. Mereka bergerombol," ucapnya.

Para pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor milik korban. Nugroho mengaku hanya sempat melihat sekilas kendaraan yang digunakan para pelaku.

"Yang saya lihat ada yang menggunakan Honda Vario. Satu lagi seperti NMAX warna abu-abu. Pelat nomornya bukan pelat sini, tapi saya tidak sempat melihat jelas karena panik," katanya.

Meski lokasi kejadian berada di jalur yang biasa dilalui masyarakat, saat itu tidak ada warga yang melintas atau memberikan pertolongan.

Dengan tubuh berlumuran darah, Nugroho kemudian berusaha berjalan menuju area yang lebih ramai. Di depan sebuah klinik dokter, ia bertemu sekelompok anak muda dan meminta bantuan untuk diantar ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Saya minta tolong ke beberapa anak muda yang ada di sana. Saya bilang, Mas, tolong antar saya ke UGD. Mereka sempat bertanya kenapa, lalu saya jelaskan kalau habis dibegal. Akhirnya saya diantar untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Akibat kejadian tersebut, Nugroho mengalami sejumlah luka serius. Pada tangan kanan terdapat luka robek yang harus mendapatkan tiga jahitan bagian dalam dan delapan jahitan bagian luar. Selain itu, ia juga mengalami luka di bagian kepala yang memerlukan lima jahitan.

"Di tangan kanan ada jahitan tiga di dalam dan delapan di luar. Di kepala juga ada lima jahitan," ungkapnya.

Korban menegaskan bahwa sepeda motor yang dibawa kabur merupakan milik pribadi dengan dokumen kendaraan lengkap. "Motor itu milik saya sendiri. Surat-surat lengkap semua. Tidak ada masalah leasing atau penarikan kendaraan. Motor itu saya beli kredit dan sudah lama lunas," tegasnya. (mu/fun)

Keterangan: Nugroho Rabu (3/6) akhirnya mengaku bahwa keterangan yang ia buat hanya rekayasa. Ia sengaja melukai diri sendiri dan membuat keterangan palsu jadi korban begal karena terdesak ekonomi. Motor itu sejatinya tak dibegal, namun dijualnya. 

https://radarbromo.jawapos.com/hukum-kriminal/2606040002/warga-kraksaan-permai-probolinggo-yang-ngaku-dibegal-ternyata-hanya-merekayasa-pengakuannya-bikin-tepok-jidat

Editor : Fandi Armanto
#rsud waluyo jati #begal #Kraksaan