SUKOREJO, Radar Bromo– Seorang pelajar MTs di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan berinisial DM, 15, mengalami luka tusuk di dada dan punggung.
Gadis itu diduga diserang teman sekolahnya sendiri yaitu ASf, 14, yang juga perempuan.
Kapolsek Sukorejo AKP Devi Afivanto mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 di pinggir jalan Desa/ Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa siang (26/5).
Pelaku dan korban sekolah di tempat yang sama. Bahkan, keduanya tinggal di desa yang sama di Kecamatan Sukorejo, hanya berbeda dusun.
“Pasca kejadian, keluarga korban langsung melapor ke Polsek Sukorejo. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Polres Pasuruan karena korban dan pelaku masih anak-anak. Penanganan perkara dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan,” terang AKP Devi.
Kanit PPA Satreskrim Polres Pasuruan Ipda Achmad Syaiffudin menambahkan, kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan. Belum ada penetapan tersangka.
“Terduga pelaku satu orang, masih pelajar dan anak-anak. Statusnya belum ditetapkan tersangka,” jelasnya saat dikonfirmasi Kamis (28/5).
Berdasarkan keterangan polisi, korban ditusuk sepulang sekolah saat sedang berjalan kaki bersama teman-temannya.
Saat itu, tiba-tiba terduga pelaku menusuk korban beberapa kali dengan menggunakan pisau. Tepat mengenai dada dan punggung.
Akibatnya, korban mengalami luka serius. Teman-teman keduanya pun langsung panik dan histeris melihat kejadian itu.
Beberapa siswa kemudian melapor ke sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.
Pihak sekolah pun langsung datang. Kemudian, melarikan korban ke Puskesmas Sukorejo.
Namun karena lukanya cukup parah, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat. Dan hingga berita ini ditulis, korban masih menjalani perawatan.
Sejauh ini, pihak kepolisian telah memeriksa lima saksi terkait kasus tersebut. Namun korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam kondisi sakit.
Sedangkan terduga pelaku, tidak ditahan. Sebab, yang bersangkutan masih anak-anak. Dia juga belum ditetapkan tersangka.
Sampai berita ini ditulis, terduga pelaku bersama keluarganya di rumah. Dia dipulangkan ke rumahnya, setelah kejadian dengan dikawal pihak sekolah.
Terkait motif penusukan, menurut Achmad, diduga karena terduga pelaku sering di-bully oleh korban. Sehingga, terduga pelaku menyimpan dendam.
“Motifnya masih kami dalami lebih lanjut. Namun berdasarkan keterangan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan, untuk sementara karena terduga pelaku sering di-bully korban selama ini,” jelas Ipda Achmad.
AKP Devi menambahkan, kasus ini secara khusus memang ditangani Unit PPA. Sebab, melibatkan anak di bawah umur. Baik korban maupun terduga pelakunya. (zal/hn)
Editor : Muhammad Fahmi