KANIGARAN, Radar Bromo-Teror kembali dialami seorang debt collector di Probolinggo. Usai beberapa waktu lalu, rumah seorang debt collector di Alas Sumur Kulon, Kraksaan, dilempar petasan, Sabtu malam (17/5) insiden serupa terulang.
Kali ini rumah debt collector di Jalan Juanda, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dilempar bondet.
Korban diketahui bernama Indra Kurniawan, 40. Bondet itu dilempar orang tak dikenal, tepat mengenai pagar.
Tak ada korban jiwa. Namun, insiden tersebut membuat suasana sekitar mendadak panik. Bahkan, meninggalkan trauma bagi pemilik rumah beserta keluarganya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.27. Saat itu, Indra mengaku tengah beristirahat di dalam rumah karena tubuhnya sedang kurang sehat. Tiba-tiba, suara ledakan keras terdengar dari depan rumahnya.
“Saya sedang istirahat di dalam rumah karena sakit. Tiba-tiba terdengar ledakan keras dari depan rumah. Saya langsung keluar untuk mengecek,” ujarnya.
Saat keluar rumah, korban tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Karena itu, dia langsung memeriksa rekaman CCTV di rumahnya.
Saat itu, terlihat dua orang pria tak dikenal sedang berboncengan mengendarai sepeda motor. Salah satu dari mereka lantas melempar bondet ke arah rumahnya.
“Saat saya keluar, pelakunya sudah tidak ada. Jadi saya tidak tahu mereka siapa dan apa motifnya. Saya juga merasa tidak punya masalah dengan siapa pun karena memang jarang turun ke lapangan,” katanya.
Ledakan itu juga membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk mengetahui sumber suara. Kepulan asap sempat terlihat membumbung dari lokasi kejadian sesaat setelah suara ledakan terdengar.
Beruntung, ledakan tersebut hanya mengenai pagar luar rumah korban yang didesain tinggi. Menyebabkan sedikit kerusakan dan tidak sampai melukai penghuni rumah maupun warga sekitar.
Meski kerusakan material yang dialami tidak besar, Indra merasa terancam atas kejadian itu. Dia mengaku mengkhawatirkan keselamatan keluarganya. Karena itu, Indra melaporkan kasus tersebut ke Polres Probolinggo Kota.
Ia juga berencana meningkatkan sistem keamanan rumahnya dengan memasang CCTV berkualitas lebih baik. Sehingga wajah pelaku dapat terlihat lebih jelas apabila kejadian serupa terulang.
“Kalau kerugian materiil mungkin hanya pagar sekitar Rp 1 juta. Tapi yang paling membuat khawatir itu keselamatan keluarga yang ada di dalam rumah,” ungkapnya.
Tak lama setelah kejadian, petugas dari Polres Probolinggo Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pawas piket malam itu, Farouk Rahmad Hidayat mengatakan sudah memeriksa rekaman CCTV rumah.
Dari situ diketahui, ada dua pria mengendarai sepeda motor melintas dari arah utara ke selatan. “Sesampainya di depan rumah korban, mereka berbelok lalu melempar bondet tersebut ke arah rumah,” tuturnya.
Akibat ledakan itu, pagar rumah korban mengalami kerusakan. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. “Bondet hanya mengenai pagar rumah korban sehingga mengalami kerusakan,” tambahnya.
Dalam proses olah TKP, petugas juga mengamankan sejumlah serpihan bondet yang diduga berasal dari bahan peledak rakitan. Barang bukti tersebut kini dibawa untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Sehingga, langsung memulai pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Kami sudah menerima laporan dari korban. Anggota juga sudah melakukan cek lokasi dan olah TKP. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.
Terpisah, Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Zainullah menyampaikan, penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi juga belum dapat memastikan jenis bahan peledak maupun motif pelaku melakukan aksi tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait jenis bahan peledak dan motif pelaku. Sampai saat ini proses penyelidikan masih berlangsung,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi