WINONGAN, Radar Bromo - Upaya pihak kepolisian untuk mengungkap dalang di balik aksi teror pelemparan bom ikan (bondet) di Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, kini membentur tembok tebal.
Meski penyelidikan terus berjalan, penyidik Polsek Winongan mengaku kesulitan meminta keterangan dari pemilik rumah, Soleh, 57, yang merupakan saksi kunci dalam peristiwa mencekam tersebut.
Hingga saat ini, penyidik baru berhasil mengumpulkan keterangan dari dua saksi, yakni Sany, 50, istri korban, serta Sunaryo, seorang perangkat desa setempat.
Namun, kesaksian keduanya dinilai belum cukup kuat untuk mengidentifikasi pelaku.
Keterangan langsung dari Soleh, dianggap sangat krusial. Karena ia merupakan orang yang melihat langsung detik-detik pelemparan bondet tersebut.
Kapolsek Winongan, AKP Nanang Abidin, mengungkapkan keberadaan Soleh saat ini sulit dilacak.
Pasca kejadian yang melukai wajahnya tersebut, Soleh memilih mengungsi ke rumah orang tuanya di wilayah Wonorejo untuk menenangkan diri.
Sayangnya, dua kali upaya jemput bola yang dilakukan petugas ke lokasi pengungsian tersebut berakhir nihil.
"Kami sudah dua kali mendatangi rumah orang tua korban di Wonorejo, namun yang bersangkutan tidak berhasil ditemui. Padahal, kesaksiannya adalah kunci utama kami untuk mengungkap siapa identitas pelaku yang sebenarnya," tegas AKP Nanang Abidin.
Tragedi yang menimpa Soleh terjadi pada Rabu (9/4) malam. Rumah korban dihantam dua ledakan bondet yang dilemparkan oleh orang tak dikenal.
Ledakan tersebut tidak hanya menghancurkan kaca jendela dan merusak atap rumah.
Tetapi juga menyebabkan Soleh menderita luka robek di wajah akibat terjangan serpihan kaca.
Keadaan yang menggantung ini membuat motif di balik serangan brutal tersebut, masih menjadi misteri.
Pihak kepolisian pun mengimbau korban, agar kooperatif guna mempercepat proses penangkapan pelaku.
Sehingga rasa aman masyarakat di wilayah Winongan bisa segera dipulihkan. (riz/one)
Editor : Jawanto Arifin