KANIGARAN, Radar Bromo-Aksi kawanan begal motor masih menghantui pengguna jalanan di Probolinggo. Kamis pagi (7/5), begal beraksi di jalan Sunan Muria Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.
Dua pelaku begal yang membawa senjata tajam celurit, berhasil membawa kabur motor Honda Beat N 5516 RD milik pedagang tempe.
Korbannya adalah Agustin, 36, warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih.
Dari rekaman CCTV di jalan Sunan Muria tersebut, aksi begal itu terjadi sekitar pukul 04.41.
Saat itu, korban Agustin yang mengendarai motor Beat sendirian melaju dari arah selatan ke utara. Nah, mengetahui ada motor lain yang dicurigai, korban pun sempat tancap gas.
”Saya liat dari spion, ada sepeda motor yang ngejar. Jadi saya gas juga. Pas habis belokan, langsung dipepet dan suruh berhenti,” kata Agustin, saat ditemui di lokasi kejadian.
Baca Juga: Tersangka Begal Wisatawan di Ngembal Tutur Pasuruan Jadi DPO Tiga Polres, Beraksi di Belasan TKP
Namun, selepas belok ke arah barat, dua pelaku begal yang mengendara motor (diperkirakan Honda Vario), langsung pepet korban untuk berhenti.
Korban yang berhenti, langsung mencabut kunci motornya dan berteriak.
Mendapati ada perlawanan dari korban, pelaku begal mengeluarkan senjata celurit dan mengancam korban dengan mengambil kunci motor korban.
Korban sempat berteriak, tapi pelaku begal mengancam dengan celurit, hingga akhirnya, motor korban pun berhasil dirampas oleh pelaku.
Kedua pelaku pun melarikan diri melaju ke arah barat. ”Saya sudah teriak, saya juga sempat melawan,” ujarnya.
Agustin menambahkan, saat kejadian itu ia hendak ke pasar Niaga untuk berjualan tempe.
Kebetulan, dirinya sebelum subuh pulang dari Pasar Niaga lewat jalan raya Panglima Sudirman dan belok arah jalan KH. Hasan.
Nah, selepas salat subuh, dirinya hendak balik ke pasar, dengan membawa tempe untuk dijual.
Nahasnya, perjalanan malah dipepet oleh begal, motornya dirampas.
”Kondisi pas sepi, ada pedagang nasi kuning dorong gerobak di belakang pas kejadian itu. Tapi satu pelaku mengancam pedagang nasi kuning itu, jadi tidak bisa nolong,” ungkapnya.
Sutrisno, 55, pedagang nasi kuning mengaku dirinya sebelum tikungan disalip oleh korban dan pelaku begal.
Awalnya, ia mengira itu temannya. Tetapi, melihat dan mendengar korban teriak, dirinya berusaha untuk menolong dengan niat mendorong dan menabrakkan gerobaknya pada pelaku.
Namun, niatnya itu urung dilakukan, karena salah satu pelaku begal hendak menghampirinya sambil mengacungkan sajam celurit.
Hingga akhirnya, dirinya memilih melepaskan gerobaknya dan mundur.
”Pelaku dua orang itu pakai helm semua mas dan bawa celurit semua. Jadi saya takut dan mundur, karena begalnya bawa celurit semua. Kalau tidak bawa celurit, saya berani melawan mas, palingan ya berantem saling pukul,” kata pedagang tersebut. (mas/mie)
Editor : Muhammad Fahmi