KANIGARAN, Radar Bromo - Belum juga terungkap misteri pencurian tutup gorong-goro di Kota Probolinggo. Eh, terjadi lagi pencurian fasilitas publik di kota mangga.
Kali ini, belasan papan nama jalan berbahan pelat besi tempa ikut raib digondol pencuri.
Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo resmi melaporkan kasus ini ke Polres Probolinggo Kota, Selasa (28/4).
Total ada 11 titik yang kehilangan papan nama jalan dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 11 juta.
Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setiorini Sayekti mengatakan, kasus ini terungkap saat pihaknya mengecek ke lapangan.
“Awalnya, kami temukan satu ruas jalan yang hilang papan nama jalannya. Setelah kami cek dan telusuri, sementara ini ditemukan 11 ruas jalan yang papan namanya yang hilang,” katanya.
Papan nama yang hilang tersebar di sejumlah jalan protokol. Di antaranya Jalan dr. Moh. Saleh, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Juanda, Jalan Wahidin, Jalan Brigjen Katamso, Jalan dr. Sutomo, hingga Jalan Soekarno Hatta.
Rini menjelaskan, tiang papan nama itu baru dipasang tahun lalu di 33 titik dengan anggaran sekitar Rp 4 juta per unit.
Yang dicuri adalah pelat nama dan ornamen besi di atasnya, ditaksir senilai Rp 1 juta per tiang.
“Kami laporkan resmi supaya diselidiki. Ini bukan cuma merusak fasilitas daerah, tapi jelas tindak pidana pencurian,” jelasnya.
Kasi Humas Polres Probolinggo Kota Iptu Zainullah membenarkan laporan tersebut sudah diterima. “Kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya. (mas/rud)
Editor : Muhammad Fahmi