Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Guru MI di Gending Probolinggo Dibegal: Pelaku Bawa Kayu dan Celurit, Honda Scoopy Dibawa Kabur

Achmad Arianto • Selasa, 21 April 2026 | 17:02 WIB

 

SYOK: Qusyairi beberapa menit setelah kejadian pembegalan.
SYOK: Qusyairi beberapa menit setelah kejadian pembegalan.

 

GENDING, Radar Bromo-Aksi pembegalan motor kembali terjadi di Probolinggo. Kali ini menimpa Qusyairi, 40, warga Dusun Togur II, Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.

Pria yang berprofesi sebagai guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Bulang ini dibegal saat melintasi jalan batas antara Desa Bulang dengan Pikatan, Kecamatan Gending, Senin malam (20/4).

Motor Honda Scoopy yang dikendarai korban pun amblas dibawa kabur pelaku.

Aksi pembegalan itu terjadi sekitar pukul 19.00. Saat itu korban hendak ke Desa Sebaung berangkat dari rumahnya menggunakan motor Honda Scoopy warna hitam bernomor polisi N 5315 MJ.

Ia kemudian melewati ruas jalan penghubung antara Desa Bulang dengan Desa Pikatan. Jaraknya sekitar 700 meter ke arah barat rumah korban.

Ruas jalan tersebut memang minim penerangan. Ruas jalan terlihat remang-remang.

Sementara kanan kiri ruas jalan tersebut berupa lahan pertanian, tebu, dan pohon sengon. Namun karena sudah biasa melewati ruas jalan tersebut, sang guru tidak merasa khawatir.

Setibanya di ujung jalan Desa Bulang berbatasan dengan Desa Pikatan, di tepi jalan tersebut ditanami pohon sengon. Tiba-tiba dua orang tak dikenal muncul dari gelap rimbunnya pohon sengon.

Lalu pelaku menyergap korban yang saat itu mengendarai motor dengan pelan.

Satu pelaku menggunakan sebuah kayu memukul motor korban. Sementara satu pelaku membawa sebuah celurit mengancam korban.

Korban yang ketakutan langsung menyerahkan motornya. Kemudian kabur menyelamatkan diri.

“Pelaku diduga dua orang, sebelumnya bersembunyi di sengonan. Keluar dari persembunyiannya langsung memukul menggunakan kayu. Korban kaget kemudian berhenti. Satu pelaku lainnya mengancam dengan celurit,” ujar Kepala Desa Bulang, Nur Hasan saat dikonfirmasi, Selasa (21/4).

Korban yang ketakutan, lari tunggang-langgang menerobos tanaman sekitar jalan.

Hingga akhirnya berhenti di ruas jalan Desa Pikatan - Randupitu. Kemudian bertemu dengan warga yang sedang melintas. Selanjutnya ia menceritakan apa yang telah dialaminya.

Nur Hasan menjelaskan bahwa saat mengendarai motor, korban membawa sebuah laptop yang digunakan untuk menyimpan data sekolah.

Saat kejadian semua barang ditinggalkan korban. Termasuk laptop tersebut.

Namun setelah kejadian pembegalan tersebut terjadi, korban bersama warga melakukan pengecekan di sekitar TKP, rupanya laptop tersebut ditinggal oleh pelaku.

“Pelaku ini mengambil motor saja. Sementara laptop ditinggal di sekitar TKP. Untuk arah kabur pelaku belum ada yang tahu termasuk korban,” bebernya.

Kapolsek Gending AKP Mugi menjelaskan jika aksi pembegalan menyebar cepat kemudian diketahui oleh polisi.

Mendengar kabar tersebut petugas langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan pada korban.

Namun korban masih belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi. Walaupun demikian aksi pembegalan ini tetap menjadi atensi Polsek Gending.

“Korban rencananya hari ini (Selasa, red) melaporkan kejadian tersebut. BPKB kendaraan korban saat ini sedang dalam jaminan. Sehingga perlu melengkapi surat keterangan,” tuturnya. (ar/fun)

 

Editor : Fandi Armanto
#motor #guru mi #scoopy #probolinggo #begal