SUMBERASIH, Radar Bromo–Apes dialami Umar, 75, warga Desa Pohsangit Leres, Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Dua ekor sapi jantan yang dipelihara untuk tabungan sekolah cucunya, malah hilang dicuri Minggu (12/4) dini hari.
Diperkirakan, dua ekor sapi itu dicuri setelah pukul 12 malam. Sebab, di jam itu, korban masih sempat mengecek kandang yang terletak di belakang rumahnya. Saat itu, dua ekor sapinya masih ada di kandang.
“Saya sempat memberi makan sapi sekitar pukul 12 malam. Setelah itu, saya istirahat tidak jauh dari kandang,” terangnya.
Korban sendiri baru mengetahui sapinya hilang saat terbangun pukul 02.00 dan mengecek kandang. Saat itu sapinya sudah tidak ada.
Saat dicek lebih detail, pintu kandang yang terbuat dari bambu sudah dalam kondisi terbuka. Biasanya, pintu itu dikunci dengan balok kayu.
Anehnya, balok kayu tersebut tidak jatuh. Juga tidak menimbulkan suara mencurigakan saat pelaku masuk ke kandang dan mencuri sapi-sapinya.
“Kami semua tidak ada yang mendengar suara apa-apa saat kejadian,” imbuhnya.
Mengetahui dua ekor sapinya hilang, korban segera membangunkan keluarga dan meminta bantuan warga. Mereka lantas menelusuri jejak terduga pelaku.
Hasilnya, di sekitar kandang ditemukan jejak kaki sapi yang mengarah ke utara. Lalu berbelok ke barat.
Bersama keluarga dan dibantu warga, korban melakukan pencarian ke sejumlah wilayah yang mengarah ke barat.
Di antaranya, ke Pohsangit Ngisor, Sumberkare, hingga Sumberejo. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Tidak ketemu. Diduga di arah barat sudah ada yang menunggu, kemungkinan langsung dimuat ke kendaraan,” ungkapnya.
Korban menjelaskan, kedua sapi tersebut merupakan hasil tabungan yang sengaja ia pelihara untuk kebutuhan pendidikan cucu-cucunya. Sapi tersebut terdiri atas satu jenis limousin dan satu sapi lokal.
“Itu untuk tabungan, rencana kalau sewaktu-waktu dibutuhkan untuk biaya sekolah cucu. Tapi malah dicuri,” katanya dengan nada sedih.
Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. Meski demikian, ia memilih tidak melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Hanya melaporkan kepada perangkat desa setempat.
“Kami sudah lapor ke Pak Kades. Semoga bisa dibantu untuk pencariannya dan semoga segera ditemukan,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi