Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Operasi Pekat, Polres Pasuruan Sita Seperempat Kg Sabu, Buru Bandar Besar Lainnya

Muhamad Busthomi • Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11 WIB
DIHANCURKAN: Suasana pemusnahan narkoba yang disita dari sejumlah kasus di wilayah Polres Pasuruan, (18/3). (M Busthomi/ Radar Bromo)
DIHANCURKAN: Suasana pemusnahan narkoba yang disita dari sejumlah kasus di wilayah Polres Pasuruan, (18/3). (M Busthomi/ Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo – Perang terhadap peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Pasuruan terus dilakukan.

Dalam rangkaian Operasi Pekat Semeru 2026, Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil menggulung jaringan pengedar sabu dengan total barang bukti (BB) sabu mencapai ratusan gram.

Hasil tangkapan ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Pasuruan masih menjadi pasar yang menggiurkan bagi para bandar.

Namun kesigapan petugas di lapangan berhasil mempersempit upaya peredaran kristal putih tersebut sebelum sampai ke tangan konsumen.

Data yang dihimpun dari Mapolres Pasuruan menyebutkan, serangkaian penggerebekan di beberapa titik menghasilkan rincian barang bukti yang cukup fantastis. Petugas menyita BB sabu lebih dari seperempat kilogram.

Rinciannya, paket sabu dengan berat 114 gram; 10,9 gram; 76,45 gram; dan 53,96 gram. Juga paket kecil seberat 15,876 gram.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan, tangkapan besar ini merupakan bagian dari komitmen institusinya dalam membersihkan wilayah Pasuruan dari polusi narkoba. Terutama menjelang momentum hari besar keagamaan.

“Ini adalah komitmen kami dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus menyelamatkan generasi muda dari cengkeraman bahaya narkoba. Kami tidak akan memberi ruang bagi para pengedar,” tegas AKBP Harto.

Keberhasilan ini tak lepas dari hasil penyelidikan mendalam dan surveillance yang dilakukan tim opsnal Satresnarkoba.

Para tersangka yang kini mendekam di sel tahanan diketahui merupakan bagian dari jaringan yang kerap beroperasi di wilayah zona merah peredaran narkoba di Pasuruan.

Saat ini, penyidik tengah melakukan pengembangan intensif. Polisi meyakini masih ada rantai distribusi yang lebih besar di atas para tersangka yang sudah tertangkap.

“Kami masih buru bandar besarnya. Jaringannya terus kami petakan,” imbuh Kapolres.

Di sisi lain, pucuk pimpinan Polres Pasuruan ini juga mengetuk kepedulian masyarakat. Menurutnya, polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya pasokan informasi dari warga di akar rumput.

“Mohon dukungan masyarakat Pasuruan. Jika mengetahui ada aktivitas mencurigakan atau peredaran narkoba di lingkungannya, jangan takut untuk melapor. Sekecil apa pun informasi akan sangat berharga bagi kami demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” tandasnya. (tom/hn)

 

 

 

 

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#sabu #operasi pekat #pasuruan #zona merah #polres #narkoba