LECES, Radar Bromo - Seorang pemuda Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Nabil Rohman, 20, menjadi korban begal.
Meski motornya tak sampai pindah tangan, kepala korban bocor. Dibacok pelaku yang berjumlah dua orang.
Peristiwa ini menimpa korban ketika dalam perjalanan pulang ke rumah usai membeli rokok di Desa Clarak, Rabu (24/9), sekitar pukul 02.00.
Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam bernopol N 4659 MY seorang diri. Melintas di jalan depan sebuah kolam renang di Desa Krepangan, Kecamatan Leces.
Saat itu, kondisi jalan sepi dan gelap. Dari belakang, muncul dua orang pria yang juga mengendarai sepeda motor Honda Beat.
Ketika Nabil menyalakan lampu sein ke kanan untuk berbelok ke utara, pengendara tersebut sempat mengedipkan lampu.
Nabil menduga mereka memberi isyarat agar ia tidak berbelok dulu. Namun, kedua pelaku menyalip dari kanan dan memepet korban.
“Tiba-tiba yang dibonceng langsung mengeluarkan celurit dan menyabet kepala saya. Karena tidak pakai helm, kepala saya langsung kena,” ujar Nabil.
Awalnya, korban mengira hanya dipukul menggunakan benda tumpul. Namun, ketika darah mulai mengalir, barulah ia menyadari kepalanya luka parah.
Para pelaku sempat memintanya turun dari motor. Nabil menolak. Ia memilih tancap gas ke barat untuk menyelamatkan diri.
Beruntung, tidak jauh dari lokasi kejadian, korban bertemu sepasang suami istri yang membakar sampah di depan rumahnya.
Juga seorang pengendara motor yang hendak ke pasar. Kehadiran warga membuat para pelaku keder dan kabur ke selatan.
Meski motornya selamat, korban harus mendapatkan perawatan medis akibat luka bacok di kepalanya. Warga membawanya ke Puskesmas Jorongan. Di sana lukanya dijahit.
“Alhamdulillah sudah membaik. Mungkin besok sudah bisa beraktivitas ke sawah lagi,” ujar petani muda ini.
Meski telah menjadi korban percobaan pebegalan, Nabil mengaku tidak melapor ke kepolisian. Alasannya sederhana, karena motornya masih berhasil diselamatkan.
“Saya tidak laporan, sebab motornya tidak berhasil diambil dan saya masih diberi keselamatan,” ujarnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando