JOMBANG, Radar Bromo-Seorang emak-emak asal Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo nyaris dimassa di Jombang. Itu setelah aksinya hendak membobol kios di Pasar Rapen, Kudu, Jombang tepergok warga.
Video emak-emak itu ditangkap saat hendak membobol kios Pasar Tapen, Kudu, Jombang pun beredar luas.
Dari video yang didapatkan Jawa Pos Radar Jombang, emak-emak berkerudung dengan jaket jeans ini terlihat hanya bisa pasrah saat diamankan warga.
Seorang pria yang juga pemilik kios yang dibobolnya, memegangi bajunya sambil menginterogasinya.
"Sepurane aku mas, aku wong adoh, Probolinggo omahku," ucap wanita itu. Namun upayanya merengek itu tak digubris warga yang geram akan aksinya.
Beruntung, wanita ini tak jadi korban amuk massa yang sudah mengepungnya.
"Jadi benar, kejadian itu memang di Pasar Tapen, Kecamatan Kudu, Jombang pada Minggu (31/8) siang," terang Kapolsek Kudu Iptu Imam Subekti.
Usai diinterogasi, Imam menjelaskan, wanita yang diketahui berinisial UH, 45 itu, adalah warga Dusun Pelan, Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
"Dia memang diamankan warga setelah diduga mencuri di salah satu toko di Pasar Tapen," lanjutnya.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat pemilik toko hendak mengambil recehan di tokonya setelah berbelanja di Pasar Induk Pare.
"Pada pukul 11.45 WIB, pelapor tiba di tokonya yang berada di Pasar Tapen dan mendapati pintu toko dalam keadaan terbuka. Setelah masuk, pelapor melihat seorang perempuan berada di dalam toko," imbuhnya.
Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan bahwa saat itu sebagian barang dagangan milik pelapor, berupa 85 kilogram beras dan satu kantong plastik besar, sudah berada di atas sepeda milik terduga pelaku.
"Pelapor lalu meminta bantuan warga sekitar untuk mengamankan terduga pelaku. Setelah itu, yang bersangkutan langsung dibawa ke Polsek Kudu untuk proses lebih lanjut," tambahnya.
Setelah diamankan di Mapolsek Kudu dan diperiksa, Imam menyebut wanita itu kini telah diproses.
"Untuk penanganan selanjutnya sudah kami limpahkan ke Satreskrim Polres Jombang," jelasnya. (riz/RadarJombang)
Editor : Muhammad Fahmi