Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perempuan asal Krejengan Probolinggo Dirudapaksa Orang Tak Dikenal saat Rumah Sepi, Tangan Diikat

Achmad Arianto • Kamis, 10 April 2025 | 02:26 WIB
Ilustrasi rudapaksa. (Dok. Jawa Pos)
Ilustrasi rudapaksa. (Dok. Jawa Pos)

KREJENGAN, Radar Bromo–Insiden memilukan dialami HT, 20. Perempuan asal Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo itu menjadi korban rudapaksa atau diperkosa orang tak dikenal.

Peristiwa ini terjadi saat korban sedang sendirian di rumahnya, Senin (7/4). Sebenarnya, ada lima keluarga lain yang tinggal bersama korban di rumah itu. Yaitu, saudara-saudara dan mbahnya.

Namun, hari itu saudara-saudaranya sedang bersilaturahmi ke rumah sanak saudara. Sementara mbahnya pergi ke sawah. Tinggallah korban sendirian di rumah.

Korban pun tidak merasa ada kejahatan sedang mengintai. Sebab, sebelumnya kondisi rumahnya aman-aman saja.

Namun, sekitar pukul 10.00, seorang laki-laki tiba-tiba masuk ke rumah korban lewat pintu belakang.

Lelaki itu menggunakan balaclava (penutup wajah, Red), sehingga tidak dikenali.

Begitu di dalam rumah,  dia langsung menuju kamar korban. Tanpa banyak basa-basi, lelaki tak dikenal itu langsung merudapaksa korban.

Situasi rumah yang sepi membuat pelaku leluasa melakukan aksi bejat tersebut.

Puas melampiaskan nafsunya, lelaki itu pergi begitu saja. Meninggalkan korban dalam kondisi terikat tangan dan kakinya.

Tak lama kemudian, mbah korban datang dari sawah. Dia pun kaget bukan kepalang melihat cucunya dalam kondisi terikat.

Setelah melepaskan ikatan pada tangan dan kaki korban, si mbah menanyakan apa sebenarnya yang telah terjadi. HT lantas bercerita, dirinya telah menjadi korban rudapaksa orang tak dikenal.

“Korban ditemukan oleh mbahnya dalam keadaan terikat. Merasa ada yang tidak beres, lalu mbah korban bertanya. Dari situlah korban mengaku jadi korban persetubuhan,” ujar Kepala Desa Karangren Subandi, Rabu (9/4).

Mengetahui HT menjadi korban persetubuhan, keluarga korban lantas berkumpul.

Seakan tak percaya, keluarga lantas menanyakannya kembali apa yang sebenarnya terjadi.

HT lalu menceritakan dengan gamblang apa yang telah dialaminya. Setelah mendengarkan cerita tersebut, keluarga kemudian melaporkan peristiwa yang dialami HT ke Unit PPA Satreskrim Polres Probolinggo.

“Keluarga menyakini HT menjadi korban persetubuhan dan akhirnya melapor ke Polres Probolinggo,” ucapnya.

PS Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Aiptu Agung Dewantara  mengatakan, keluarga korban melapor Senin (7/4) sekitar pukul 15.00. Petugas menurutnya, telah meminta keterangan dari korban.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan korban, pelaku diduga berjumlah satu orang.

Pelaku menggunakan penutup kepala saat melakukan aksinya agar tidak dikenali. Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman dan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Laporan sudah kami terima. Saat ini keterangan masih kami dalami. Untuk sementara pelaku diduga berjumlah satu orang. Ia melakukan aksi persetubuhan saat korban sendirian di rumah,” tuturnya. (ar/hn)

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#Rudapaksa #Krejengan #Diikat #rumah sepi #probolinggo #orang tak dikenal