Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ngaku Sopir Truk, Motor Milik Warga Leces di Probolinggo Dibawa Kabur

Inneke Agustin • Kamis, 6 Maret 2025 | 06:15 WIB
LOKASI KEJADIAN: Salah satu pengunjung di warung milik Siti, di Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan lokasi parkir motor terakhir Rabu (5/3).
LOKASI KEJADIAN: Salah satu pengunjung di warung milik Siti, di Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan lokasi parkir motor terakhir Rabu (5/3).

LECES, Radar Bromo - Niat baik warga Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Siti, 45, dibalas dengan kejahatan.

Selasa (4/3) malam, motornya dibawa kabur orang yang sempat meminta bantuannya.

Pelaku seorang pria itu diduga berinisial Git, warga Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.

Sebelumnya, terduga memang sering mampir ke warung makan milik Siti di Desa Kerpangan, Kecamatan Leces.

Siti mengaku, awalnya tidak mengenal terduga. Namun, dalam dua minggu terakhir terduga rutin datang ke warungnya untuk makan dan ngopi.

“Sering ke sini. Makan dan ngopi. Ngakunya sopir truk kaya raya. Tapi, anehnya dia tidak pernah membawa truk atau motor. Selalu datang jalan kaki, saya tidak tahu dia diantar siapa atau naik apa," ujarnya.

Selasa (4/3), sebelum kejadian, terduga pelaku datang sejak pukul 09.00. Ia memesan empat gelas kopi serta beberapa makanan dan camilan.

“Seperti biasa, saya tetap melayaninya seperti pembeli lainnya. Selama ini, setiap kali makan atau minum selalu bayar. Kemarin beda, hingga malam dia belum membayar,” katanya.

Sekitar pukul 18.30, terduga meminta bantuan diantarkan ke daerah Kecamatan Wonoasih. Ia mengaku ingin menemui temannya.

Awalnya, terduga hendak dibonceng oleh seorang pelayan warung, tetapi menolak karena perempuan.

Akhirnya, menantu Siti, Imron, yang mengantarnya menggunakan motor milik Siti. Dalam perjalanan, justru terduga pelaku yang menyetir motor tersebut, sementara Imron dibonceng. Imron mengaku tidak melihat gelagat mencurigakan selama perjalanan.

“Sesampai di rumah temannya, saya tetap duduk di atas motor. Sementara dia masuk ke dalam rumah,” kata Imron.

Tak lama kemudian, terduga meminta Imron ikut masuk. Ia pun mengamini. Beberapa saat kemudian, terduga meminta izin pinjam motor Honda Vario milik Siti kepada Imron.

Alasannya, hendak membeli rokok. Tanpa curiga, Imron meminjamkan motornya.

“Tidak lama setelah dia pergi, temannya bertanya kepada saya apakah saya adiknya terduga. Saya kaget dan jawab bukan. Ternyata, pria itu bilang ke temannya kalau saya ini adiknya," lanjut Imron.

Merasa ada yang tidak beres, Imron segera meminjam motor pemilik rumah untuk mengejar terduga pelaku. Namun, saat ia keluar, motor milik mertuanya sudah tidak terlihat lagi.

Imron dan Siti baru mengetahui identitas pria tersebut dari teman yang mereka temui di Wonoasih. Dari informasi yang diperoleh, pria itu diketahui berinisial Git warga Kecamatan Kuripan.

Siti mengaku mengalami kerugian hingga Rp 16 juta akibat kehilangan sepeda motornya.

Selain itu, ia juga mengalami kerugian lebih dari Rp 100 ribu dari makanan dan minuman yang telah dikonsumsi terduga pelaku tanpa membayar.

Ia berencana melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonoasih. Namun, masih melengkapi dokumen yang diperlukan.

“Saya berharap pelaku segera ditangkap agar tidak ada korban lain. Kasihan kalau ada yang tertipu lagi. Dan semoga motor saya bisa kembali," tutup Siti. (gus/rud)

Editor : Fahreza Nuraga
#pencurian #curanmor #probolinggo