LUMAJANG, Radar Bromo- Setelah lama dihentikan, operasi penyisiran ladang ganja di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang kembali dilanjutkan, Rabu (31/10) lalu.
Hasilnya, terdapat lima titik ladang ganja yang kembali ditemukan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Lumajang.
Total ada sebanyak 4.334 pohon ganja yang kembali didapatkan dari area hutan di Dusun Pusung Duwur, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Ketinggian pohon yang dicabut kali ini dilaporkan mencapai 20 hingga 150 sentimeter.
Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Jauhar Ma'arif mengatakan, penyisiran ladang ganja kali ini merupakan pengembangan kasus yang sama sejak sebulan terakhir. Selain menemukan titik ladang ganja baru, terdapat pula tambahan tersangka lain yang diklaim ikut diamankan.
"Ada lima tempat yang dapat dibersihkan. Dicabut ada 4.334 batang ganja sudah diamankan. Untuk tersangka, yang jelas ada tambahan tersangka. Nantinya akan disampaikan lebih lanjut," ungkapnya, Kamis (31/10).
Pihak kepolisian memastikan kini semua ladang ganja di wilayah Desa Argosari telah habis disisir. Karena itu, operasi penyisiran resmi dihentikan.
"Pembersihan tanaman ganja di wilayah Desa Argosari dinyatakan selesai. Tapi, warga desa diharapkan tetap sepakat untuk melaporkan jika masih menemukan tanaman ganja," tambahnya.
Meski pembersihan telah dipastikan selesai, upaya pemeriksaan ulang di sejumlah kawasan temuan ladang ganja sebelumnya diklaim akan tetap dilakukan.
Tujuannya untuk memastikan tanaman ganja tidak tumbuh kembali.
"Tugas ke depan, warga bersama rekan TNBTS mungkin, agar nanti mengecek kembali lokasi yang sudah kami cabut. Karena musimnya hujan, barang kali di situ ada tumbuh tanaman baru untuk di-rondap," jelas Kompol Jauhar Ma'arif. (has/c2/fid/JJMN)
Editor : Muhammad Fahmi