TIRIS, Radar Bromo–Bukannya akur dan saling dukung, mertua dan menantu di Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo ini malah terlibat carok. Penyebabnya, karena salah paham. Keduanya pun mengalami luka-luka.
Carok itu terjadi Selasa (27/8) pekan lalu. Saat itu, Luk, 44, hendak makan di rumahnya. Dia pun mencari istrinya, namun tidak ada.
Luk pun langsung menuju dapur untuk makan. Di dapur, dia bertemu dengan Sam, 60, yang tak lain mertuanya.
Entah apa pemicunya, keduanya lantas terlibat cekcok. Luk bahkan sampai emosi.
Dia lantas memukul mertuanya. Sam rupanya tak terima dipukul menantunya. Dia pun membalas, hingga akhirnya keduanya pun carok.
Akibat kejadian tersebut, Sam mengalami luka di jari kelingking tangan kanan. Juga luka karena senjata tajam di lengan bawah tangan kanan dan luka lecet di tangan kanan.
Sementara Luk mengalami luka akibat senjata tajam di lengan bawah tangan kanan dan kiri. Lalu, luka di kepala bagian atas akibat senjata tajam dan benda tumpul.
Kemudian, luka pada pelipis kanan, pelipis bawah sebelah kiri, jari kelingking, jari manis, dan tengah akibat senjata tajam.
“Insiden tersebut terjadi diduga karena salah paham. Cekcok hingga perkelahian, carok terjadi,” terang Kasi Humas Polres Probolinggo Iptu Merdhania Pravita.
Keduanya kemudian dilerai oleh keluarga dan tetangga sekitar. Mereka lantas dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Kini, kondisi keduanya berangsur-angsur membaik.
Pravita menambahkan, pihak kepolisian berupaya melakukan mediasi antara keduanya.
Pertimbangannya karena keduanya merupakan menantu dan mertua. Setelah carok itu, keduanya sama-sama tidak melapor.
“Anggota polsek memberi arahan dan pengertian agar masalah diselesaikan secara kekeluargaan. Mengingat keduanya masih ada hubungan keluarga,” tandasnya.
Jawa Pos Radar Bromo mengonfirmasi perkara ini pada salah satu perangkat Desa Wedusan yang enggan disebutkan namanya.
Lelaki itu hanya membenarkan insiden tersebut. Namun, enggan menjelaskan duduk masalahnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi