KRAKSAAN, Radar Bromo –Seorang warga Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, ditembak mati petugas kepolisian. Dia adalah Emat, 51, warga Dusun Wangkit, RT 1/RW 1.
Emat ditangkap petugas Polres Tabanan, Polda Bali, Sabtu (27/7) sekitar pukul 22.00.
Namun, dia melawan saat akan ditangkap. Karena itu, petugas lantas menembaknya.
Emat yang sudah ditetapkan tersangka ini sudah lama menjadi buron Polres Tabanan karena terlibat kasus pencurian motor (curanmor).
Tidak hanya sekali atau dua kali mencuri motor. Dia diketahui terlibat aksi pencurian 20 unit motor selama ini. Motor-motor hasil curian itu lantas dibawa ke Probolinggo.
Sebelum mengamankan tersangka Emat, terlebih dahulu pihak kepolisian mengamankan dua orang komplotannya.
Sedangkan dia bersama pelaku lainnya ditetapkan sebagai DPO.
Sabtu (27/7), petugas Polres Tabanan mengejar Emat sampai ke Tlogsosari, tanah kelahirannya.
Pemdes setempat bersama keluarga bahkan bersiap membantu negosiasi agar Emat menyerahkan diri pada polisi.
Namun, tersangka enggan menyerah. Dia yang sudah menyadari adanya polisi.
Ia lantas langsung melarikan diri dengan naik atap rumah. Mengetahui tersangka kabur, polisi pun langsung mengejar.
Aksi kejar-kejaran terjadi antara tersangka dan polisi. Tersangka bahkan sempat melempari petugas kepolisian dengan genting.
Kemudian, pelaku melompat dari atap genting dan melarikan diri ke arah hutan.
Tak ingin buruannya kabur, petugas langsung memberikan tembakan peringatan. Namun bukannya menyerah. Tersangka justru terus lari sembari mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya.
Polisi akhirnya menembak tersangka. Tembakan itu mengenai dada tersangka dan membuatnya langsung jatuh tersungkur.
Petugas pun langsung mengevakuasi tersangka ke puskesmas setempat. Namun, karena lukanya parah, tersangka dirujuk ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Sayangnya, nyawa tersangka tak tertolong. Begitu sampai di RSUD, tersangka meninggal.
Peristiwa itu dibenarkan seorang anggota Polres Probolinggo yang mendampingi proses penangkapan tersebut.
Ia menjelaskan, tersangka melawan saat hendak ditangkap. Dia bahkan membawa senjata tajam untuk mencelakai anggota kepolisian.
“Penangkapannya di Tiris. Pelaku ini DPO Polres Tabanan. Kami hanya mendampingi penangkapan itu. Untuk kronologinya bisa ke Polres Tabanan,” kata anggota yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Kapolsek Tiris Iptu Agus Nurfadianto mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti kejadian tersebut.
Hanya saja, dirinya mendengar informasi ada anggota Polres Tabanan datang ke wilayah hukumnya.
“Kalau pastinya belum tahu. Tapi, tadi memang ada informasi yang masuk bahwa ada DPO curanmor yang ditembak. Kalau lebih pastinya saya kurang paham,” ujarnya.
Penegasan serupa disampaikan Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Putra Adi Fajar Winarsa.
Ia membenarkan adanya penangkapan DPO curanmor di wilayah hukum Polres Probolinggo. Pelaku, menurutnya, ditembak petugas karena melawan.
Sayangnya, ia tidak bisa menjelaskan lebih detail peristiwa tersebut. Sebab, merupakan wewenang Polres Tabanan.
“Betul, itu kegiatan Polres Tabanan,” katanya memberi keterangan secara singkat. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi