BANGIL, Radar Bromo–Pembunuhan Murdiono, 29 seorang buruh pabrik asal Dusun Rohkepuh, Desa/ Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Rabu (10/7) disebut-sebut bermotif asmara.
Dua pelaku pembunuhan itu telah diamankan ke Mapolsek Beji untuk diperiksa.
Mereka adalah Abdul Rosyid, 28 dan Abdur Rohman, 26.
Keduanya kakak beradik. Dan tercatat sebagai warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura.
Aksi keji Abdul Rosyid dan Abdur Rohman menghabisi nyawa korban Murdiono, ternyata dipicu oleh aduan adik mereka.
Dari keterangan pelaku, adik kedua pelaku ternyata ngekos di tempat korban.
Selama ngekos di tempat itu, kedua pelaku seringkali menerima aduan adiknya mengenai tindak tanduk korban.
Korban disebut-sebut sering kali berbuat tak senonoh kepada adik mereka.
Salah satunya, korban sering menunjukkan video porno kepada adik pelaku.
Kedatangan dua pelaku ke rumah korban, menurut Kapolsek Beji Kompol Yokhbet Wally, sebenarnya untuk klarifikasi.
Mereka menanyakan apakah memang korban sering menggoda adiknya.
”Sedangkan korban dan adik kedua pelaku sama-sama sudah berumah tangga,” kata Yokhbet.
Namun, kedatangan dua pelaku tengah malam itu membuat korban terusik. Di tengah perbincangan mereka, ada jawaban korban yang membuat pelaku semakin geram.
Akibatnya, Abdur Rohman dan Abdul Rosyid naik pitam. Sehingga, terjadi adu mulut antara mereka.
”Terjadi adu mulut, cekcok dan akhirnya kedua pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban,” lanjut Yokhbet.
Polisi sendiri terus melakukan pemeriksaan terkait kasus itu. Yokhbet menyebut, dua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka ditahan untuk kepentingan penyidikan. Keduanya diancam dengan Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dan atau 170 KUHP tentang Penganiayaan.
”Kami juga masih melakukan pengembangan dari keterangan saksi-saksi,” katanya.
Sejauh ini, polisi baru memeriksa tiga orang saksi. Yokhbet juga mengaku akan mendalami motif di balik aksi brutal kedua pelaku.
”Keterangan sementara yang kami dapatkan memang karena adik pelaku sering digoda oleh korban. Tapi, masih kami dalami lagi,” katanya.
Diketahui, Rabu (10/7) dini hari, Murdiono, 29, ditemukan tak bernyawa dengan luka bacok menganga di sekujur tubuhnya.
Korban terlibat cekcok dengan dua orang lelaki tak dikenal di depan rumahnya. Hingga berakhir dengan bacokan yang menewaskan korban.
Jasad lelaki yang bekerja sebagai buruh pabrik itu, tergeletak bersimbah darah di depan rumahnya. Tubuhnya dipenuhi luka sayatan di leher, kaki, dan tangan. Mengundang kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan informasi di lapangan, istri korban yaitu Puji Astutik, 28, beberapa kali mendapati ponselnya bordering sebelum korban tewas. Seseorang bernama Rahmat menghubunginya untuk meminta korban keluar rumah.
Tak mengira nahas bakal menimpa, korban lantas keluar rumah. Saat itu sudah dini hari, sekitar pukul 01.00.
Istri dan ayah mertuanya pun mengikuti korban keluar rumah. Sebab, terdengar suara pintu depan digedor-gedor dengan sangat keras.
Begitu pintu dibuka, dua orang lelaki tak dikenal sudah berada di teras rumah mereka. Saat itu, korban sempat cekcok dengan tamu tak dikenal tersebut.
Dua orang itu, menurut Kompol Yokhbet, gelap mata dan membacok korban. Bahkan, aksi keji itu dilakukan di depan istri dan ayah mertuanya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi