PROBOLINGGO, Radar Bromo – Penyidik Polres Probolinggo Kota menemukan fakta mengejutkan saat memeriksa anggota geng motor American Probolinggo.
Geng motor yang akan tawuran pada Minggu (2/6) dini hari di Jalan W.R Supratman, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu ternyata sengaja merencanakan tawuran.
HF, 19, yang tak lain ketua geng motor Gaza mengungkap hal itu saat diperiksa penyidik di Polres Probolinggo Kota.
Plt Kasi Humas Iptu Zainullah menjelaskan, HF sendiri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tawuran itu, selain dua anggotanya.
“Dia dikenakan pasal 160 KUHP. Sebab, telah menghasut anggota lainnya untuk berkumpul, menyerang, dan membawa sajam,” terangnya.
Sementara HF pada petugas mengaku, dirinya merupakan ketua geng motor Gaza. Sekaligus admin dari geng motor American Probolinggo.
Diketahui, geng motor American Probolinggo ini beranggotakan beberapa geng motor yang ada di Probolinggo. Ada geng Gukguk, Gaza, Selatan Society, dan Gazstack.
“Total anggotanya ada 150 orang, tapi yang datang saat Sabtu (2/6) malam hanya sekitar 80 orang saja,” katanya.
Menurut HF, agenda geng motor American Probolinggo malam itu adalah menyerang geng motor All Star atau tawuran.
Sebelum tawuran, anggota geng motor American Probolinggo pesta miras lebih dulu di Taman Maramis, Kota Probolinggo.
Mereka urunan Rp 5 ribuan untuk membeli beberapa botol miras. Kemudian pesta miras di tempat itu.
HF menyebut, perseteruan antara geng motor American Probolinggo dengan geng motor All Star dipicu oleh perselisihan di media sosial.
“Awalnya saling serang di media sosial. Akhirnya karena Senin saya juga ulang tahun, maka diagendakan tawuran. Sekalian untuk merayakan ulang tahun saya,” katanya.
Rencana tawuran itu bahkan mengundang semua anggota American Probolinggo. Salah satunya MB, warga Lumajang.
Dia mengaku sengaja datang ke Kota Probolinggo, karena mendapat undangan dari geng motor American Probolinggo.
Sebagai anggotanya, MB pun datang ke Probolinggo pada Sabtu (1/6) malam untuk memenuhi undangan itu.
“Saya diminta merapat ke sini untuk menyerang geng motor All Star. Saya juga diminta membawa sajam untuk jaga-jaga saja, katanya,” jelas MB.
Akibat kejadian ini, petugas Polres Probolinggo Kota menyita sejumlah barang bukti dari geng motor American Probolinggo.
Antara lain, dua buah celurit, satu unit ponsel, kaus, jaket hoodie, dan celana. Serta, total 18 unit motor milik geng motor American Probolinggo. (gus/hn)
Editor : Achmad Syaifudin