BANGIL, Radar Bromo-Lebaran semakin dekat. Aksi kriminal semakin tak melihat tempat. Bahkan, kantor DPRD Kabupaten Pasuruan pun disasak. Motor seorang pegawai sekretariat DPRD hilang dicuri, Senin (25/3).
Motor itu milik Rangga, seorang pegawai harian lepas (PHL) di kantor DPRD. Sementara motor yang dicuri yaitu Honda Beat bernopol N 3125 VX yang diparkir di sisi kiri gedung DPRD.
Korban memang tidak mengunci setir motornya saat itu. Alasannya, karena hal itu biasa dia lakukan dan selama ini selalu aman.
“Biasanya memang saya parkir di sana. Dan selama ini aman-aman saja," kata Rangga.
Yang bikin geleng-geleng kepala, pelaku pencurian itu berseragam dinas warna keki ala PNS. Hal ini diketahui dari keterangan seorang saksi. Juga berdasarkan rekaman kamera pengawas di kantor DPRD.
Dalam rekaman itu terlihat pelaku masuk ke area parkir gedung DPRD sekitar pukul 11.56. Pelaku naik motor.
Dia berboncengan dengan seorang rekannya yang menggunakan pakaian hitam putih.
Salah satu saksi, Budi mengatakan, pelaku menggunakan seragam dinas PNS. Bersepatu serta menggunakan jaket.
Budi yang saat itu tiduran di dalam mobil dinas melihat pelaku diantar oleh temannya. Pelaku lantas turun dari motor dan masuk ke parkiran DPRD.
"Saya lihat pelaku diantar temannya. Tapi, temannya menunggu di depan gedung DPRD,” kata Budi.
Budi pun curiga. Sebab, gerak-gerik pelaku saat itu mencurigakan. Dia pun bangun dari posisinya tiduran. Lantas memotret pelaku dari arah belakang.
"Karena gelagatnya semakin mencurigakan, saya keluar dari dalam mobil," kata Budi.
Budi lantas berpura-pura menyapa pelaku. Alih-alih merespons sapaan Budi. Pelaku panik dan langsung melarikan diri dengan membawa kabur motor Rangga. "Setelah saya sapa, pelaku langsung tancap gas," kata Budi.
Sekretaris DPRD Kabupaten Pasuruan Moh. Ridwan mengatakan, hilangnya motor korban itu akan menjadi evaluasi.
Agar seluruh pegawai tetap berhati-hati. Ridwan juga mengaku akan memberlakukan peraturan baru bagi para tamu yang datang ke gedung DPRD.
"Semua tamu yang bawa kendaraan tidak boleh meletakkan di parkiran belakang. Kami sudah siapkan parkiran di depan dan itu dikhususkan para tamu," katanya.
Pihaknya juga sudah menginventarisasi gerak-gerik pelaku dalam rekaman kamera pengawas.
Dan itu akan disodorkan ke kepolisian sebagai barang bukti. Termasuk berkas-berkas kepemilikan kendaraan korban.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa pegawainya. Ia meminta agar sekretariat DPRD mengevaluasi keamanan di sekitaran area gedung DPRD.
Mas Dion juga berpesan kepada pihak kepolisian agar lebih meningkatkan pengawasannya. "Saya imbau kepolisian agar lebih mengantisipasi segala tindak kriminal, lebih-lebih menjelang hari raya seperti sekarang," kata dia.
Mengingat, modus pelaku belakangan semakin beragam. Termasuk yang terjadi di gedung DPRD, pelaku menggunakan pakaian ASN. Sedangkan temannya pakai seragam pegawai harian.
"Bukan hanya daerah rawan yang perlu diantisipasi. Tetapi, juga keamanan di beberapa ruang publik. Seperti halnya puskesmas dan kantor pemerintahan Kabupaten Pasuruan," pintanya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi