KRAKSAAN, Radar Bromo - Polisi terus mendalami kasus pengeroyokan di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Sidomukti.
Polsek Kraksaan sudah mengantongi ciri-ciri pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban mengalami luka-luka tersebut.
Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto mengatakan, pihaknya telah memeriksa dan menghimpun informasi dari korban.
Sayangnya informasi yang diperoleh masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut untuk menangkap pelaku.
“Belum kami amankan tetapi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku pengeroyokan,” katanya.
Pengeroyokan yang terjadi menjelang buka puasa tersebut menjadi atensi. Pasalnya terjadi saat kondisi ruas jalan ramai dilintasi warga yang saat itu membeli takjil.
Kejadian tersebut tentunya membuat kondisi sekitar menjadi gaduh dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
Kuat dugaan bahwa kejadian pengeroyokan tersebut terjadi bukan hanya para pelaku tidak terima teguran yang korban.
Tetapi juga karena para pelaku mengendarai motor dalam keadaan mabuk. Sehingga mudah tersulut emosi dan melakukan pengeroyokan.
Diberitakan sebelumnya, Agung Ramadan, 31, warga Kelurahan Sidomukti, menjadi korban pengeroyokan di Jalan Imam Bonjol Sabtu (22/3).
Rombongan pemuda menggunakan dua motor dengan 5 orang di atasnya dengan ugal-ugalan melaju dari timur.
Kemudian korban menegur rombongan agar berhati-hati karena saat itu ramai orang. Dari teguran itulah terjadi pengeroyokan
Tak terima dengan teguran tersebut kemudian turun dari motor dan melakukan pengeroyokan.
Akibat pengeroyokan itu korban mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan, luka di bagian mulut dan lebam di bagian dada kanan. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid