Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tak Punya Musuh, Warga Banyuwangi yang Dibacok di Bentar Mengaku Dibegal

Inneke Agustin • Jumat, 26 Januari 2024 | 14:51 WIB
LOKASI KEJADIAN: Sejumlah pengendara melintas di jalur pantura depan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, lokasi Faul Hidayat dibacok begal. Faul Hidayat mulai membaik. Ia masih menjalani perawatan d
LOKASI KEJADIAN: Sejumlah pengendara melintas di jalur pantura depan Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, lokasi Faul Hidayat dibacok begal. Faul Hidayat mulai membaik. Ia masih menjalani perawatan d

DRINGU, Radar Bromo- Kesehatan korban pembacokan di Jalur Pantura, sekitar Pantai Bentar, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Faul Hidayat, 35, berangsur membaik. Faul sudah dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang Teratai 3 RSU Wonolangan, Kecamatan Dringu.

Kamis (25/1), warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, itu sudah tak menggunakan bantuan oksigen pernapasan. Ia mengaku sudah lebih baik. “Sekarang sudah tidak sesak lagi. Kalau kemarin terasa sesak. Jadi, mau bicara juga terbatas,” katanya.

Luka bacok di punggung bagian kanan, juga sudah ditangani pihak rumah sakit. Sudah dijahit dan diperban. Faul mengaku menjadi korban percobaan pembegalan. Namun, dia bersyukur tak ada harta bendanya yang dibawa pelaku. Termasuk motornya.

 Baca Juga: Dibacok di Bentar, Warga Banyuwangi Semaput di Warung

 “Saya pribadi tak merasa memiliki musuh dan masalah pribadi. Terlebih aksi ini terjadi di luar kota tempat kerja saya ataupun domisili saya,” katanya, dengan tangan masih tertancap jarum infus.

Faul bercerita, Selasa (23/1) Subuh mendapatkan kabar duka dari teman kerjanya di Kota Surabaya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, ia baru bisa berangkat ke Surabaya sekitar pukul 17.00. “Baru melintas di TKP (tempat kejadian perkara) sekitar pukul 02.00, Rabu (24/1),” katanya.

Sebelum melintas di TKP, Faul sempat berhenti di sisi barat exit Tol Gending. Hendak menyalakan rokok. Saat itu, kondisi jalanan di sekitar TKP sangat sepi dan gelap. Tak ada kendaraan yang berlalu lalang. Baik dari timur maupun dari barat. “Bahkan, saya tak menyadari ada motor di belakang saya,” katanya.

 Baca Juga: Soal Pembacokan Terhadap Warga Banyuwangi, Begini Kata Kepolisian

 Sesampai di tikungan usai pintu gerbang Pantai Bentar, tiba-tiba ada pemotor yang menyalipnya. Motor itu dikendarai dua orang. Berboncengan.

Faul merasa pundaknya ditepuk. Spontan ia menoleh. Namun, kaget setelah melihat pembonceng motor itu mengacungkan parang ke arahnya menggunakan tangan kiri.

“Ternyata bukan menepuk, tapi menyabetkan parangnya ke punggung saya. Dia acungkan parangnya ke saya, mungkin maksudnya agar saya berhenti atau mau membacok lagi atau bagaimana,” katanya.

Pembonceng merupakan seorang pemuda. Sementara, pengemudinya, Faul mengaku tak dapat melihat secara jelas. Sebab, kondisi jalan gelap.

“Karena ketakutan, saya tancap gas. Tak sempat memperhatikan lebih lama. Untunglah saya tak terjatuh. Kalau sampai jatuh, saya kurang tahu ceritanya akan bagaimana,” katanya.

 Baca Juga: Jaksa Kekeh Tuntut Tiga Tahun untuk Terdakwa Manajer WO di Kebakaran Bromo, Ini Alasannya

 Sekitar 2 kilometer ke arah barat dari TKP, Faul melihat ada warung makan masih buka. Ia segera menepi. Meminta tolong kepada pemilik warung. Di sana, ia juga hilang kesadaran.

Syukur, pemilik warung, Suharianto, 57, langsung membantunya. Warga Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, ini sempat mengaku terkejut melihat Faul meminta tolong.

Kondisi warung saat itu tengah ramai. Ada sekitar 7 orang. Temasuk Suharianto dan anaknya, Muhammad Najib, 27. Tiba-tiba datang korban dan mengaku punggungnya dibacok seseorang.

“Saya kira orang mau beli kopi. Sebab, biasanya ada saja yang melipir ke warung malam-malam. Di lain sisi, saya juga sempat ketakutan, sebab dia bilang tolong-tolong dan bagian punggungnya berdarah,” katanya.

Suharianto pun meminta anaknya membonceng korban ke rumah sakit. Ketika dibonceng mulai tak sadarkan diri. “Dia berpegangan ke anak saya, sementara saya membuntuti dari belakang menggunakan motor pribadi,” katanya.

 Baca Juga: Tawuran, Tiga Remaja Diamankan di Kraton

 Sesampainya di rumah sakit, Suharianto meminta tolong orang di sekitar untuk memapah korban masuk IGD. Setelah ditangani dokter, korban sempat siuman sebentar. “Dia sempat mengucapkan terima kasih kepada saya. Baru setelah itu, saya pergi melapor ke kepolisian,” katanya.

Sejumlah barang milik korban diserahkan ke Polsek Dringu. Mulai dari sepeda motor, tas, handphone, dan barang berharga lainnya. “Kasihan. Apalagi orang jauh yang sedang tertimpa musibah. Ya pasti saya bantu,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kriminal #wisata #kepolisian #probolinggo #begal