DRINGU, Radar Bromo- Wilayah hukum Polres Probolinggo belum aman dari aksi penjahat jalanan. Rabu (24/1), seorang warga Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Faul Hidayat, 35, jadi korbannya.
Ia dibacok orang tak dikenal ketika melintas di jalur pantura di sekitar Pantai Bentar. Syukur, nyawa korban selamat. Kini, ia masih menjalani perawatan Rumah Sakit (RS) Wonolangan, Kecamatan Dringu. Ditemani sejumlah kerabatnya. Salah satunya, kakak iparnya, Eko Aryanti, 41.
Aryanti mengatakan, saat itu korban hendak takziah ke rumah temannya di Kota Surabaya. Korban mendapat kabar temannya meninggal dunia sekitar pukul 16.00.
“Entah pukul berapa Faul berangkat ke Surabaya. Yang jelas dia naik motor sendirian,” ujarnya.
Selama ini, korban memang sering ke Kota Surabaya. Ia sering ke kota pahlawan untuk kulakan kain pembuatan kaus. Biasanya menyewa mobil. Namun, kali ini ia berangkat seorang diri mengendarai motor.
“Katanya karena ini bukan kepentingan pekerjaan, jadi pakai motor saja. Baru kali ini dia ke Surabaya pakai motor,” ujar perempuan yang tinggal di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, ini.
Rabu (24/1), sekitar pukul 02.30, korban melintas di Jalur Pantura, sekitar Pantai Bentar, Kecamatan Gending. Ia mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernopol DK 4787 ADY.
Aryanti mengatakan, korban merasa dibuntuti oleh pengemudi motor lain sejak memasuki Desa Curahsawo, Kecamatan Gending.
“Karena dibuntuti, ia lantas memacu motor lebih kencang lagi,” katanya.
Namun, para pelaku berhasil memepet korban. Ia menyenggol pundak korban.
“Oleh adik dikira orang tersebut menyapanya. Namun, ketika diraba, kok ternyata pundaknya berdarah. Baru dia sadar, bahwa tadi itu sabetan sajam yang mengenai pundaknya,” jelas Aryanti.
Mendapati itu, korban menepi di salah satu warung di sisi barat Pantai Bentar. Kebetulan saat itu masih ada warung yang buka.
“Karena dia (korban) juga memiliki riwayat penyakit sesak napas dan asam lambung, mungkin karena syok akhirnya kambuh. Dia pingsan di warung tersebut, tidak ingat apa-apa. Bangun-bangun sudah di IGD,” katanya.
Sekitar pukul 05.30, Aryanti mendapatkan kabar jika adiknya dianiaya orang jahat. Ia pun meluncur ke Probolinggo. Rabu (24/1) sore, korban masih terbaring IGD RS Wonolangan. Ia tampak menggunakan bantuan oksigen untuk pernapasannya.
Aryanti mengatakan, korban menderita luka di pundak kanan. “Meski cukup dalam, untunglah tidak perlu hingga operasi,” katanya.
Selain itu, Aryanti mengatakan, tak ada harta benda milik korban yang hilang. Semua masih lengkap. termasuk sepeda motor dan handphone-nya. “Motornya diamankan di Polsek Dringu,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando