Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Periksa Enam Saksi di Kasus Pengeroyokan Paiton

Achmad Arianto • Senin, 22 Januari 2024 | 19:15 WIB
Caption foto: JADI BUKTI: Penggalan video pengeroyokan di Paiton. Inset, korban mengalami luka-luka.
Caption foto: JADI BUKTI: Penggalan video pengeroyokan di Paiton. Inset, korban mengalami luka-luka.

PAITON, Radar Bromo - Polsek Paiton mendalami kasus penganiayaan dengan terduga mantan Kepala Desa di Kecamatan Paiton.

Untuk mengungkap kasus yang saat ini tengah ramai tersebut, polisi memanggil 6 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Paiton AKP Maskur Ansori mengatakan, setelah laporan masuk, polisi langsung melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat ini sudah ada 6 saksi yang kami periksa. Termasuk korban dan terduga pelaku sudah kami minta keterangan,” katanya.

Maskur mengaku pihaknya akan bekerja secara profesional. Sesuai dengan tahapan-tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan perkara tindak pidana.

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, polisi akan melakukan gelar perkara dan melakukan pemanggilan tehadap para pihak yang ada dalam video.

Sementara video yang saat ini menjadi alat bukti.

“Sampai saat ini motif masih belum diketahui. kami masih ada satu saksi lagi yang masih belum kami periksa,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya aksi pengeroyokan dialami Tri Sutrisno, 39, di Dusun Tanjung Kidul, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton jumat (19/1) malam.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka memar di bibir bagian bawah dan mata sebelah kanan kemudian dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00. Saat itu Tri Sutrisno yang merupakan warga Dusun Gedangan, Desa Besuk Kidul, Kecamatan Besuk, pulang ke rumah bersama Nilawati istrinya. Rumah korban tak jauh di TKP.

Tak lama kemudian datang sejumlah orang tidak dikenal dengan mengendarai mobil pikap. Kemudian dua orang menghampiri korban.

Mereka pun terlibat adu mulut hingga akhirnya salah satu dari mereka emosi kemudian langsung memberikan bogem kepada korban.

Akibat bogem itu korban kemudian terjatuh. Aksi pengeroyokan itu sempat direkam oleh Nilawati.

Video pengeroyokan tersebut kemudian menyebar di pesan berantai hingga akhirnya viral. (ar/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pengeroyokan #mantan kades #dikeroyok