Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Begini Sikap Keluarga Setelah Warga asal Dringu yang Ditangkap Polisi karena Ancam Capres Anies

Inneke Agustin • Senin, 15 Januari 2024 | 14:53 WIB
RUMAH ARJUN: Ibu Arjun Wijaya Kusuma (AWK), Musyani saat berada di rumahnya di RT 03 RW 02 Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kota Probolinggo. Inset, Arjun saat dibawa polisi.
RUMAH ARJUN: Ibu Arjun Wijaya Kusuma (AWK), Musyani saat berada di rumahnya di RT 03 RW 02 Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kota Probolinggo. Inset, Arjun saat dibawa polisi.

DRINGU, Radar Bromo - Ditangkapnya Arjun Wijaya Kusuma (AWK) oleh Bareskrim Polda Jatim, membuat keluarganya kebingungan.

Mereka tidak tahu seperti apa sebenarnya kasusnya. Sementara kemarin (14/1), Wulandari, 29, kakak Arjun menghadiri panggilan Polda Jatim.

Wulandari bersama suaminya berangkat ke Polda Jatim, Minggu (14/1) pukul 06.00. Hal tersebut disampaikan Ibu Arjun, Musyani saat ditemui di rumahnya, RT 03/RW 02 Desa Ngepoh, Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Musyani mengatakan, anaknya itu diminta datang ke Polda Jatim pukul 09.00. “Hari ini diminta ke Polda Jatim pukul 09.00. Jadi tadi pagi berangkat sama suaminya,” katanya.

Saat dihubungi melalui telepon, Minggu (14/1) pukul 12.00, Wulandari mengaku masih berada di Polda Jatim.

Ia dimintai keterangan terkait adiknya itu. Terkait menemui siapa dan apa yang ditanyakan oleh Polda Jatim, Wulandari enggan berkomentar banyak.

“Ya pokoknya petugas di Polda Jatim. Saya dak tahu siapa, pokoknya petugas. Mungkin kalau untuk yang lain-lain bisa ditanyakan ke Polda Jatim langsung,” katanya.

Musyani sendiri menuturkan, keluarga belum menerima kabar dari Arjun sejak ditangkap di Jember, Sabtu (13/1).

Dia lantas menjelaskan, kenapa anaknya itu ditangkap di Jember. Bukan di Dringu.

Menurutnya, anaknya itu bukan bermaksud kabur. Dia seorang pedagang bawang. Sehari-hari dia sering menjajakan bawang ke Jember bersama kakak dan ayahnya.

“Ayahnya yang nyopir kendaraannya, kakaknya yang menawarkan, dia yang bertugas mengangkut bawang dari kendaraan ke pembeli. Jadi bukan mau lari. Saat itu sedang dagang bawang,” katanya.

Menurutnya, keluarganya mengirim bawang ke Jember pada malam hari. Baru pulang pada keesokan sore.

“Kadang berangkat jam 01.00 atau jam 02.00 menuju Jember. Pulang ke Probolinggo jam 4 sore, tergantung kondisi jalan macet atau tidak. Tiap hari begitu,” katanya.

Walau demikian, Musyani awalnya tak tahu menahu anaknya tersangkut masalah apa. Ia bahkan mengaku kaget mendengar Arjun ditangkap polisi dari Wulandari dan ayahnya.

“Pulang kerja dari Jember, kok Arjun tidak ikut pulang. Katanya ditangkap Polda Jatim,” katanya.

Ia baru mengetahui alasan Arjun tertangkap setelah Wulandari mendapatkan kabar dari pihak kepolisian.

Arjun ditangkap Polda Jatim di Desa Ambulu, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Sabtu (13/1) sekitar pukul 10.00. Penangkapan dilakukan tim gabungan dari Subdit Siber Ditkrimsus Polda Jatim yang dibackup oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri.

Diketahui Arjun menulis cuitan melalui akun Tiktok @calonistri71600. Melalui akunnya tersebut Arjun menanggapi video paska debat capres. Cuitan ancaman penembakan dia tujukan pada salah satu capres, yaitu Anies Baswedan.

Ancaman penembakan tersebut lantas viral di media sosial. Meski demikian, Musyani mengaku tak tahu menahu tentang kegiatan anaknya di sosial media.

Ali Usman, 56, tetangga Arjun mengaku sebelum Arjun ditangkap, ada dua orang tak dikenal mendatangi rumah Arjun, Sabtu (13/1) pukul 02.30. Mereka mengatakan hendak membeli bawang.

“Karena di sini rawan pencurian, saya curiga dua orang itu hendak berbuat macam-macam. Akhirnya saya bawa sabit. Ternyata mau beli bawang katanya. Kedua orang tersebut lantas pamit pulang,” katanya.

Setelah kedua orang tersebut pulang, datanglah dua mobil polisi beserta Kepala Desa Ngepoh, Sutrisno. Menurut Ali, mereka hendak menggeledah rumah Arjun.

“Tapi saya sampaikan bahwa Arjun tidak sedang di rumah. Dia sedang jual bawang ke Jember. Mungkin setelah itu, langsung berangkat ke Jember,” katanya.

Meski demikian, Ali mengatakan Arjun sehari-hari tak berkecimpung di dunia politik.

“Murni sehari-hari hanya kerja. Cuma mungkin namanya anak muda, karena melihat debat jadi terbawa rasa. Saya rasa Arjun tidak benar-benar ingin melakukan hal demikian pada Pak Anies,” katanya. (gus/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#pengancaman #anies baswedan #pilpres 2024