Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Drama Penyelamatan Maling Motor yang Dimassa, Warga Marah karena Pelaku Bacok Korban

Fuad Alyzen • Rabu, 3 Januari 2024 | 09:10 WIB
DIKEPUNG WARGA: Personel kepolisian dengan membawa senjata, mengamankan Yas untuk dievakuasi ke Mapolres Pasuruan, Selasa (2/1) sore. Inset, Yas yang diamankan setelah dimassa.
DIKEPUNG WARGA: Personel kepolisian dengan membawa senjata, mengamankan Yas untuk dievakuasi ke Mapolres Pasuruan, Selasa (2/1) sore. Inset, Yas yang diamankan setelah dimassa.

WINONGAN, Radar Bromo- “Pateni ae...Pateni ae...” Begitulah teriakan massa saat memenuhi Balai Desa Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Selasa (2/1) siang.

Suasana begitu memanas setelah seorang terduga pencuri motor, berhasil ditangkap warga.

Aparat Polisi dan TNI sejatinya sudah ada di lokasi. Mereka hendak mengevakuasi Yas, terduga maling motor yang sebenarnya sudah dalam kondisi lemas akibat dipukul.

Tapi massa tak puas. Mereka ingin menghabisi Yas, karena pria ini tega melempari korban dengan bondet. Bahkan membacok kepala korban.

Aksi massa itu berawal saat terjadi pencurian. Korbannya adalah Sugeng, 42. Warga Sumberrejo yang sehrinya dikenal sebagai Pak Mudin.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar  Bromo, aksi pencurian itu terjadi sekitar pukul 11.30.

Siang itu Sugeng baru pulang dari Balai Desa Sumberrejo. Sebelum ke rumah, dia mampir ke ladangnya untuk melihat sawahnya yang ditanami kacang. Setelah memarkirkan motor Honda Beat miliknya, Sugeng turun.

BERJIBAKU: Aparat Polri dan TNI berupaya menenangkan massa.
BERJIBAKU: Aparat Polri dan TNI berupaya menenangkan massa.

“Katanya mau ke sawahnya dulu sebelum pulang, Mau melihat tanaman,” kata Sakri, Kades Sumberrejo.

Di saat yang sama, datanglah Yas bersama dua kawannya dengan mengendarai satu motor. Dengan berboncengan tiga, mereka berhenti dan mengincar motor Sugeng yang diparkir di dekat sawah.

Merasa aman, salah satu dari mereka langsung mengambil motor milik Sugeng. Tapi aksi itu ternyata diketahui Sugeng, yang spontan langsung lari mengejarnya.

Sugeng tak menyerah. Saat itu ada anak sekolah yang melintas. Sugeng lalu menghentikannya untuk meminta tolong mengejar pelaku.

Sugeng lalu mengendarai motor milik anak sekolah tersebut untuk mengejar pelaku.

Alhasil, aejar-kejaran pun terjadi. Sugeng berhasil membuntuti pelaku. Bahkan pengejaran terjadi sampai di depan wisata pemandian Banyubiru. Sugeng lalu menabrak motor miliknya, yang sudah dikuasai pelaku ditabrak.

Akibatnya, Sugeng dan salah satu pelaku terjatuh. Setelah terjatuh Sugeng mencoba memberi pelajaran pada pelaku.

Melihat itu, dua kawan pelaku tidak tinggal diam. Salah satunya mengeluarkan celurit.

Ketiga pelaku lalu terlibat perkelahian dengan Sugeng. Pelaku pun nekat karena tidak hanya menyabetkan celurit. Sugeng juga dilempari bondet.

Sayangnya dalam perkelahian yang tak imbang itu, Sugeng terkena bacokan di bagian kepala oleh pelaku. Sugeng kalah.

Begitu tahu Sugeng tak berdaya, pelaku kabur. Pelaku pun tak lagi membawa motor Sugeng.

Tapi mengambil motor Honda Grand milik warga sekitar yang sedang mandi di pemandian Banyubiru.

EKSTRA: Petugas mmbawa senjata saat mengamankan Yas.
EKSTRA: Petugas mmbawa senjata saat mengamankan Yas.

Pelaku lalu kabur ke selatan. Saat itulah pelaku kembali melemparkan bom ikan atau bondet.

Sedangkan motor milik Sugeng ditinggal di lokasi perkelahiannya tersebut.

Pelaku berhasil lari lagi dengan mengendarai motor milik warga.

Untungnya, aksi itu diketahui warga. Sehingga warga kembali melakukan pengejaran dan membuahkan hasil. Satu di antara pelaku berhasil tertangkap. Nah, dialah Yas.

Warga pun yang geram lalu menghakimi pelaku dan dibawa ke Balai Desa Sumberrejo.

Warga ingin mencari tahu dua pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri. “Sempat dihakimi masa oleh warga, langsung di bawa kesini (Balai Desa, red),” ujar Sakri.

Yas rupanya juga dikenal warga. Sebab kabarnya, dia baru dua bulan lalu keluar dari penjara. Ini makin membuat warga geram sehingga membuat massa ingin menghabisinya.

Untungnya aksi main hakim sendiri ini diketahui polisi, Tak berselang lama, polisi datang ke Balai Desa.

Tapi karena jumlah massa banyak, satu kompi dalmas, menuju lokasi. Petugas ingin melakukan negoisasi.

Upaya negosiasi alot. Massa sudah mengerubungi balai desa tetap ingin Yas dihabisi.

Perlu waktu sekitar 2,5 jam bagi polisi untuk mengamankan Yas. Warga tetap geram dan enggan membiarkan polisi membawanya.

Sebab pelaku sudah melukai dan melemparkan bondet. Juga diduga bukan hanya sekali melakukan pencurian di sana Desa Sumberejo.

KABARNYA RESIDIVIS: Yas yang terkapar setelah dimassa.
KABARNYA RESIDIVIS: Yas yang terkapar setelah dimassa.

“Jangan dibiarkan hidup. Dia sudah keluar penjara dengan kasus yang sama. Jika dibiarkan lalu dibebaskan akan kembali mencuri dan melukai warga. Pokoknya diserahkan,” teriak warga pada polisi.

Warga lainnya bahkan berteriak, “Jangan melindungi maling. Kejahatan kok dilindungi. Biarkan warga yang menyelesaikan. Soalnya jika dibiarkan, akan semakin banyak warga yang terluka bahkan mati karenanya (pelaku),” teriak warga ke polisi.

Namun polisi akhirnya berhasil mengamankan Yas sekitar pukul 15.08. Walau sempat terjadi aksi saling dorong. Bahkan ada dahi salah satu polisi terluka akibat dilempar batu oleh warga.

Pelaku berhasil dikeluarkan dari Balai Desa dengan pengawalan yang ketat. Mobil milik polisi bahkan beberapa kali dilempar batu oleh warga. Yas akhirnya berhasil diamankan.

Wakapolres Pasuruan Kompol Hari Aziz mengatakan, insiden ini memang bermula dari pencuri ditangkap masyarakat. Namun sebagai aparat, pihaknya menginginkan agar kasus ini diselesaikan lewat hukum.

“Pelaku diamankan dibawa ke Polres Pasuruan dan akan ditindak lanjuti,” ujarnya.

Aziz mengaku sempat kesulitan mengamankan pelaku dari warga. Sebab massa begitu banyak yang terus ingin menghakimi pelaku. Dia berharap kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Biar kepolisian yang akan melakukan penegakan hukum. (zen/fun)

Editor : Ronald Fernando
#polsek winongan. #residivis #maling dimassa