Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sadisnya, Ibu dan Anak di Kota Pasuruan yang Dibunuh dengan Dibekap oleh Tetangga

Fuad Alyzen • Minggu, 31 Desember 2023 | 03:19 WIB
LOKASI KEJADIAN: Rumah Chosidah yang terpasang garis polisi. Inset, almarhumah Chosidah dan Fauzi.
LOKASI KEJADIAN: Rumah Chosidah yang terpasang garis polisi. Inset, almarhumah Chosidah dan Fauzi.

PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Ketenangan warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Bugul Kidul, berubah mencekam, Sabtu (30/12). Ini setelah seorang lelaki, berteriak meminta tolong, Sabtu (30/12) pagi.

Warga yang berada di RT 1/RW 4, secepatnya langsung masuk ke rumah Chosidah, 54. Di dalam rumah janda yang di depannya terdapat toko grosiran tersebut, warga makin kaget. Sebab Chosida sudah tak bernyawa.

Makin kaget lagi saat warga juga mengetahui Achmad Fauzi Ferdiansyah, 14, juga ditemukan tewas. Jenazah keduanya terikat tali dengan mulut dibekap kain.

BAWA: Petugas mengevakuasi jenazah Chosidah yang dibunuh di dalam rumahnya.
BAWA: Petugas mengevakuasi jenazah Chosidah yang dibunuh di dalam rumahnya.

Itulah gambaran insiden pembunuhan yang terjadi di Kota Pasuruan, pagi kemarin. Warga memang berhasil mengamankan Muji, 30, yang menjadi terduga pelaku. Pria yang rumahnya tepat berada di belakang rumah korban tersebut, juga dihakimi massa.

Pembunuhan sadis itu langsung membuat polisi bergerak ke lokasi. Petugas juga secepatnya mengamankan Muji yang saat itu sudah babak belur.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 09.00. Pagi itu, Chosidah, dan dua anaknya yakni Chusnul Chotimah, 20, dan Achmad Fauzi Ferdiansyah, 14, sedang berada di rumah.

Chosidah seharinya memang memiliki toko grosiran yang menjual sembako dan rokok. Sebelum terduga pelaku datang, Chosidah sedang menata di tokonya yang ada di depan rumah. Saat itu pagar rumah masih tertutup. Begitu pula dengan toko milik Chosidah.

Hingga kemudian Muji datang. Dia masuk ke rumah Chosidah setelah diduga melompati pagar depan rumah. Begitu masuk, Muji langsung membekap Chosidah dengan kain. Tangan dan kakinya diikat tali.

Aksi Muji berlanjut. Dia masuk ke bagian kamar belakang rumah.Nah, di kamar itulah dia menemukan Achmad Fauzi Ferdiansyah yang sedang rebahan di tempat tidur. Muji kembali membekap remaja yang sehari-harinya masih berstatus siswa kelas 8 di SMPN 1 Kota Pasuruan.

Namun aksi Muji rupanya diketahui Chusnul Chotimah. Anak bungsu Chosidah yang statusnya masih mahasiswa Universitas Merdeka Kota Pasuruan itu, ketakutan. Tapi dia berhasil bersembunyi. Di dalam ketakutannya itulah wanita yang kerap dipanggil Inung tersebut, menghubungi pacarnya dengan video call WhatsApp.

Selama Muji beraksi, tetangga sekitar tidak mengetahui. Diduga tetangga tidak mendengar suara teriakan dan melihat kecurigaan di dalam rumah telah terjadi aksi penyekapan hingga pembunuhan. Tetangga baru tahu saat pacar Chusnul Chotimah, datang dengan mengendarai motor seraya berteriak meminta tolong.

Memang tetangga tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam rumah. Sebab pintu dan pagar rumah juga belum dibuka. Selain itu, Chusnul Chotimah diduga dalam kondisi panik dan sangat ketakutan.

Inipun diakui Ketua RW 4 Arif. “Saya mau beli rokok. Karena enak kalau beli di sana. Biasanya hari Sabtu buka. Mungkin karena mau tahun baru (toko belum buka, red),” kata Arif.

Arif sendiri baru tahu setelah dia dihubungi melalui telepon selulernya. Bahwa warganya dirampok kemudian dibunuh. Ia lantas meluncur ke TKP untuk memastikannya langsung. Ternyata rumah Chosidah, pemilik toko yang menjadi langganannya beli rokok.

Tentu saja saat warga mengetahui ada insiden, kaget dan geram. Terlebih saat melihat Chosidah dan Fauzi dalam kondisi tak bernyawa. Diduga keduanya tewas karena terlalu lama diikat lehernya menggunakan tali dan membuat mereka tidak bisa bernapas.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Rudy Hidajanto membenarkan kejadian itu. Sekitar pukul 09.40, petugas Resmob Polres Pasuruan Kota bersama anggota Polsek Bugul Kidul mendatangi TKP. Begitu tiba di depan rumah korban, sudah berkumpul banyak warga.

Petugas kepolisian olah dan mengamankan TKP dengan memasang garis polisi atau police line. Selanjutnya pukul 10.10, petugas mengamankan Muji, terduga pelaku di TKP. Dia dievakuasi ke RSUD dr R Soedarsono mendapatkan perawatan medis.

“Dua korban dibawa ke kamar mayat untuk otopsi,” ujarnya. (zen/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#pembunuhan pasuruan #ibu anak dibunuh #polres pasuruan kota