WONOREJO, Radar Bromo – Orang tua mana yang tega mendapati fakta bahwa anaknya jadi korban perkosaan?
Apalagi jika kasus asusila itu sampai kembali terulang. Kenyataan pahit itulah yang sekarang dirasakan pasangan suami istri asal Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan.
Alih-alih mendapat keadilan atas laporan yang dibuat Oktober lalu. Hati orang tua Bunga kembali teriris.
Sebabnya, anaknya yang masih berumur 14 tahun itu lagi-lagi dibawa kabur orang. Pelakunya diduga orang yang sama. Yakni AS yang sebenarnya sudah dilaporkan ke polisi.
Hingga saat ini, pelaku yang juga warga Wonorejo itu belum diseret ke meja penyidik.
Tidak heran jika lelaki 30 tahun itu masih leluasa melancarkan aksi bejatnya kepada korban.
Karena itu keluarga korban mendatangi kantor Polsek Wonorejo, kemarin (21/12). Ibu korban bahkan tak kuasa menahan air mata ketika mengadu ke polisi.
Ia menceritakan bahwa Bunga dibawa kabur pelaku saat dirinya berada di sawah. Jelas dia cemas kejadian traumatis kembali menimpa anaknya.
”Padahal saya pernah lapor tapi gak tidak ada apa-apa sampai sekarang. Anak saya akhirnya dibawa kabur lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, Fk, kakak korban mengaku sempat mengejar pelaku yang kemarin membawa kabur Bunga. Sayangnya, Fk kehilangan jejak lantaran pelaku menunggangi motor dengan kecepatan kencang.
”Saya lihat sendiri, pakai motor Satria, kencang, jadi nggak terkejar,” katanya.
Hamzah, kepala desa yang mendampingi keluarga korban berharap kepolisian bisa menindaklanjuti laporan tersebut. Mengingat, korban sudah dua kali ini dibawa kabur pelaku. Kejadian pertama bahkan korban mengakui jika pelaku memerkosanya setelah mencekoki minuman hingga tak sadar.
”Kami berharap adanya keadilan yang bisa diberikan kepada keluarga korban,” beber Hamzah.
Kapolsek Wonorejo AKP Saiful Anam mengatakan jika kasus itu memang sudah dilaporkan. Tetapi laporannya memang menjadi ranah Satreskrim Polres Pasuruan untuk menindaklanjuti. ”Karena kasus in ikan PPA, jadi penanganan perkaranya di Polres. Namun tetap kami terima aduannya,” kata Saiful. (tom/fun)
Editor : Ronald Fernando