DRINGU, Radar Bromo- Kawanan maling ini benar-benar gragas. Sekali beraksi, 16 ekor kambing digondol.
Mereka beraksi di Dusun Mawar, Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kota Probolinggo, Selasa (21/11).
Korbannya Ardi, 55 dan Arsidi, 53. Ardi mengatakan, 8 ekor kambingnya dimaling.
Malam itu, kambing-kambing ini dikandangkan di samping rumahnya. Pada malam kejadian, sekitar pukul 01.00, terdengar suara berisik dari kandang kambing.
“Saya pikir kok tumben. Biasanya tidak pernah bunyi. Karena saat itu saya sedang salat, jadi tidak saya hiraukan. Saya khawatir tidak khusyuk. Akhirnya saya memilih melanjutkan salat ketimbang melihat kondisi kambing di kandang,” kata Ardi.
Kegaduhan itu hanya sebentar. Setelah itu, kembali hening. Usai salat Subuh, Ardi baru mengecek kambingnya. “Memang setiap hari, setelah salat Subuh, kambing-kambing itu saya keluarkan. Namun, ketika hari kejadian saya kaget, semua kambing sudah hilang. Pintu pagar belakang juga sudah terbuka,” katanya.
Total ada 8 ekor yang raib. Terdiri dari 3 ekor betina, seekor jantang, dan 4 ekor anakan.
“Dulu hanya dua kambing. Lalu, beranak pinak. Bila ditaksir kerugian saya mencapai Rp 10 juta,” ujarnya.
Nahas juga menimpa Arsidi. Ia juga kehilangan 8 ekor kambing. Kambing-kambing itu dikandangkan di belakang rumahnya. Sama dengan Ardi, kandangnya berupa kandang sederhana dari bambu.
“Saya tidak ke mana-mana malam itu. Karena capek. Senin (20/11) pukul 21.00, kami sudah terlelap,” katanya.
“Tidak ada yang mendengar suara berisik dari kambing. Hanya anak kedua saya memang mendengar ada suara berisik dari arah kandang sekitar pukul 02.00. Tapi, ia diam saja. Dikira itu hanya suara kambing biasa, bukan pencuri,” katanya.
Pencurian ini diketahui Selasa (21/11), sekitar pukul 05.00. Saat itu, istri Arsidi, Suhartini, 50, hendak mengambil jemuran di dekat kandang. Ia kaget mengetahui kambingnya raib. “Saya teriak-teriak membangunkan keluarga. Kambingnya hilang, kambingnya hilang,” kata Suhartini.
Suhartini mengatakan, kambing-kambing itu dipelihara sejak kecil. Warisan dari orang tuanya. Awalnya hanya dua ekor. “Saya rawat hingga beranak pinak. Bahkan, salah satunya masih hamil,” katanya.
Meski kemalingan, Arsidi dan Ardi belum melaporkan ke kepolisian. Mereka memilih melapor ke kepala desa. “Kemarin (22/11), kami berkoordinasi dengan Polsek Dringu terkait kasus ini,” ujar Kepala Desa Sumberagung Elmidi.
Terpisah, Kapolsek Dringu Iptu Anshori mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi dari para korban. Sejauh ini hanya koordinasi dari pemerintah desa. “Kami mengimbau para korban segera menyampaikan laporannya,” katanya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando