PURWODADI, Radar Bromo- Perbuatan Khoiri alias Satir yang membunuh anak Fitria Almuniroh Hafidloh Diana, membuat heboh warga Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi. Warga tak menduga pria 52 tahun itu membunuh menantunya yang sedang hamil enam bulan tersebut.
Bahkan ada rumor pemerkosaan dalam insiden yang terjadi Selasa (31/10) petang itu. Sebab saat korban ditemukan, kondisi dengan daster yang tersibak.
Di lingkungan sekitar, Khoiri seorang duda. Ia ditinggal istrinya yang meninggal beberapa tahun lalu. Warga juga mengatakan keluarga tersebut memang tertutup. ”Mereka jarang srawungan,” kata warga.
Namun warga tetap tak menyangka, Khoiri setega itu. Sebab baru beberapa hari lalu, keluarga Fitria dari Rungkut, Surabaya, sempat berkunjung.
Polisi masih mendalami kasus ini. Kapolsek Purwodadi AKP Pujiyanto mengatakan, pembunuhan terjadi di dalam kamar korban. Terduga pelaku menggorok leher korban dengan sebilah pisau dapur. ”Setelah melakukan pembunuhan, terduga pelaku sembunyi di dalam kamar rumah tetangganya dikunci dari dalam,” katanya.
Usai kejadian, warga yang berdatangan awalnya tak berani mengamankan Khoiri. Sebab mereka takut Khoiri masih membawa pisau. Terlebih di rumah Bari yang dijadikan tempat persembunyian Khoiri, ada stang dan gir motor.
Tapi akhirnya Khoiri sudah diamankan petugas. Dia langsung digiring ke mapolsek Purwodadi.
”Alasannya lapar. Tetapi pengakuan anaknya, terduga pelaku (Sueb, red) ini tiap malam suka marah-marah,” kata kapolsek.
Perubahan sikap Khoiri yang menjadi tempramental ini dirasakan terjadi dalam dua hari belakangan. Menurut keterangan Sueb, anak Khoiri, tidak masuk akal jika ayahnya kelaparan lalu marah-marah kepada istrinya.
”Keterangan Sueb, istrinya itu gati kepada terduga pelaku. Selalu dibuatkan makanan, nggak pernah sampai kelaparan,” ujar Kapolsek.
Bagaimana dengan dugaan perkosaan yang dilakukan Khoiri? Kapolsek mengaku tengah mendalaminya. Pihaknya juga sudah mendengar informasi-informasi tersebut. Namun kebenarannya masih akan dipastikan dalam pemeriksaan lebih lanjut.
”Yang terpenting kami amankan dulu. Supaya dia tenang sebelum dilakukan pemeriksaan,” bebernya. (tom/fun)
Editor : Ronald Fernando