Insiden itu terjadi Rabu (24/5) pagi. Namun baru dilaporkan Noviansyah kemarin (25/5). Korban pun harus kehilangan motor Honda Vario bernopol N 4207 ML warna hitam.
Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, aksi penggelapan itu bermula saat Noviansyah, ditemui pelaku sekitar pukul 09.00. Saat itu pelaku mengenalkan diri bernama Lisa. Seorang wanita yang usianya kira-kira sekitar 35 tahun.
Lisa mengaku, dia adalah penghuni baru indekos. Lokasi kamarnya berjarak dua kamar dari kamarnya.
“Jadi, dia (Lisa, red) sudah bayar DP (uang muka, red). Sehingga sama bapak kos dikasih kunci. Nah sekitar pukul 09.00 dia datang ke saya. Tanya–tanya dan memperkenalkan diri,” kata Noviansyah.
Lisa bertindak sopan. Bahkan Lisa memberikan kue ke Noviansyah. “Karena saya sibuk ngurusi berkas, jadi dia pergi ke kamarnya lagi. Sekitar pukul 10.00, Lisa datang lagi dan tanya biasanya saya makan beli atau masak sendiri. Saya jawab, beli. Kemudian dia mau pinjam motor saya untuk beli makan. Lantaran kasihan, maka saya berikan,” kata Noviansyah saat ditemui indekosnya Kamis (25/5) siang.
Semula Noviansyah tak curiga. Tapi lama ditunggu, Lisa ternyata tak kembali. Bahkan hingga malam hari. Sehingga ia langsung melapor ke Polsek Dringu. “Jadi karena ini akadnya minjam mas. jadi pada saat ke Polsek diminta tunggu 1x24 jam dulu sebelum terbit laporan,” lanjutnya.
Sampai 1x24 jam, Lisa ternyata tak kunjung datang lagi. Sehingga Noviansyah baru sadar, dia menjadi korban penggelapan. Dia pun resmi melapor ke polisi karena perbuatan Lisa membuatnya harus merugi Rp 22 juta.
Kanit Reskrim Polsek Dringu Bripka Era Praja mengatakan, laporan Noviansyah telah diterima. Pihaknya kini masih menyelidiki kasus ini.
Sementara itu, aksi penggelapan juga dialami PP, 28. Rabu (17/5) lalu dia kehilangan motor Honda Scoopy miliknya. Motor pria asal Desa Pabean itu dibawa kabur MT, 51, warga asal Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.
“Bahkan informasi yang saya dapat rupanya MT ini sudah jadi buron atau DPO lantaran menggelapkan pikap,” kata PP.
Menurut PP, pelaku sebenarnya merupakan saudara jauh dengan ibunya. Bahkan pada saat lebaran beberap tahun lalu, ibunya sempat dibawakan sayur oleh MT. “Jadi ibu saya ini pernah ke rumahnya sekali,” lanjutnya.
Pada Rabu (17/5), MT datang ke rumahnya lagi. Saat itu MT mengaku, mobil pikapnya mogok di sekitar TWSL. Sehingga dia meminta bantuan untuk mengantar ke tukang servis mobil. “Karena ibu saya pernah ke rumahnya juga, jadi saya percaya dan mau mengantarnya. Sehingga saya antar di ke tempat servis dinamo yang ada di Bawangan, Dringu,” lanjutnya.
Lantaran mobil harus dilihat oleh montir, maka MT meminjam motor Honda Scoopy warna silver bernopol N 4731 ML PP miliknya. MT kemudian membonceng montir bengkel menuju mobil pikap yang mogok. Sementara PP menunggu di bengkel tersebut.
Saat itulah aksi penggelapan terjadi. “Ternyata montir ini diturunkan di lampu merah TWSL. Katanya mau panggil derek. Setelah itu, MT tidak kunjung kembali. Sehingga montir ini menghubungi bengkel untuk dijemput,” tuturnya.
“Karena lokasi hilangnya masuk Jati, jadi saya laporan ke Polresta,” imbuhnya.
Plt Kasi Humas Polresta Iptu Zainullah menerangkan jika kasus yang dialami PP, masih dalam proses penyelidikan. “kasus penggelapan ini masih terus kami dalami,” (rpd/fun) Editor : Ronald Fernando