Dua aksi bondet ini adalah di sebuah toko pakaian di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo pada 18 Januari lalu. Dan, di rumah purnawirawan polisi, Juwito, warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pada 31 Januari lalu.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara di dua lokasi itu. Termasuk menerjunkan tim inafis. Namun, identitas pelempar belum diketahui.
Memang pelemparan bondet di Mayangan sempat terekam closed circuit television (CCTV). Pelaku pun sempat terekam. Dalam rekaman, ada dua orang. Namun, wajahnya tidak jelas. “Ada lebih dari 10 saksi yang kami mintai keterangan. Saat ini masih proses pendalaman keterangan," ungkapnya.
Sementara pelemparan bondet di Desa Jangur, Jamal mengatakan, keterangan saksi normatif. Sebab, peristiwa ini terjadi pada dini hari. Jalan masih cenderung sepi. Tidak ada yang tahu. Juwito baru keluar sesaat setelah pelaku melempar.
“Memang bondet dilempar dua kali. Tapi, tidak ada yang melihat saat pelaku beraksi. Korban hanya melihat asap," jelas Jamal.
Diketahui, ledakan bondet di rumah Juwito terdengar dua kali hampir bersamaan. Syukur, tidak ada korban jiwa. Ledakan ini membuat asbes bagian belakang rumah dan pot tanaman di halaman milik Juwito rusak.
Ledakan bondet juga terjadi di sebuah toko pakaian di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Rabu (18/1). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, ledakan itu menyebabkan sebagian rolling door toko sasaran rusak. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin