Hingga Rabu (23/2), Polsek Pasrepan belum bisa menemukan motif penyerangan terhadap Kades Mursidi. Dia diserang saat menjamu tamu di rumahnya pada Selasa dini hari (21/2). Peristiwa terjadi setelah ada acara reses seorang anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Waktu sudah sekitar pukul 00.00 lebih. Suasana desa sudah sepi.
Tiba-tiba saja, seseorang datang membawa pedang. Tanpa basa basi, pedang itu langsung ditebaskan ke arah Mursidi. Tamu-tamu yang melihat itu bertindak sigap. Pelaku didorong keluar. Mursidi pun ikut mendorong pelaku agar keluar dari rumahnya. Setelah itu, pintu dikunci dari dalam.
"Nggak ngomong apa-apa. Masuk ruang tamu, terus buka pedang dan mau disabetkan," kata Muslim, sekretaris Desa Petung, Selasa lalu.
Namun, pelaku bernama Dul itu belum puas. Dia mencoba masuk lagi dengan memecah kaca jendela. Tapi, tindakannya menggegerkan warga sekitar. Mereka berdatangan. Dul alias Abdul Anwar pun kabur.
Polisi terus mendalami pembacokan terhadap Kades Petung itu. Namun, Polsek Pasrepan tidak berani menyimpulkan apa-apa. Kanitreskrim Polsek Pasrepan Aipda Rahmad saat dikonfirmasi mengatakan, masih mendalami kasus penyerangan kades itu.
”Pelaku kami tahan di polsek untuk kepentingan penyelidikan,” terangnya.
Informasinya, pelaku disebut-sebut memiliki kelainan. Pemuda 32 tahun itu suka marah-marah tidak jelas. Terutama kepada keluarganya sendiri.
”Sering marah. Kenapa bisa menyerang Pak Kades ya kurang tahu juga,” ungkap seorang warga.
Namun, Rahmad tidak mau percaya begitu saja. Dia mengaku belum menerima rekam medis kesehatan pelaku. Tapi, menurut dia, perilaku Dul seperti orang normal. Tidak ada tanda-tanda punya kelainan.
"Saya belum terima rekam medis yang menyatakan pelaku ada gangguan jiwa. Selama ditahan normal-normal saja," katanya.
Pelaku adalah tetangga dekat Mursidi. Rumahnya berdempetan. Tepatnya di belakang rumah kades. Sebelumnya, disebut-sebut juga tidak ada masalah antara pelaku dan korban. (sid/far) Editor : Ronald Fernando