Keluarga dua pelajar perempuan melaporkan adanya dugaan tindak asusila yang dilakukan dua teman laki-lakinya. Dua pelajar perempuan itu yaitu VDA, 16, asal Desa Winong, Kecamatan Gempol dan MZA, 16, warga Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji
Sementara, pihak keluarga pelajar lelaki mengajukan laporan atas dugaan penganiayaan. Yaitu keluarga dari MFR, 15 dan HAS, 15. Keduanya warga Desa Watukosek, Kecamatan Gempol.
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Farouk Ashadi Haiti mengungkapkan, laporan masing-masing pihak sedang dalam proses pendalaman. Kasus ini sedang ditangani di PPA Polres Pasuruan.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/pandaan/29/11/2022/empat-pelajar-yang-dilaporkan-hilang-ternyata-sengaja-kabur/
“Sedang ditangani PPA Satreskrim Polres Pasuruan. Karena memang ada laporan berkaitan dengan persoalan tersebut,” bebernya.
Ia menambahkan, kasus dugaan asusila yang dilaporkan masih didalami dengan melakukan visum terhadap dua pelajar putri tersebut. Hal ini untuk alat bukti adanya dugaan perbuatan asusila. Dalam hal ini dugaan persetubuhan.
Visum sendiri sudah dilakukan pada dua remaja putri itu. Hanya saja, pihaknya masih menunggu hasilnya. “Kami masih menunggu hasilnya,” sambung dia.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/25/11/2022/pamit-nonton-bioskop-empat-pelajar-smkn-1-beji-dilaporkan-hilang/
Seperti diberitakan, empat pelajar SMKN 1 Beji dilaporkan hilang setelah tak pulang ke rumah sejak Jumat (18/11). Setelah sepuluh hari hilang, mereka ditemukan. Ternyata mereka sengaja kabur dari rumah.
Keempat pelajar itu ditemukan tim Unit Reskrim Polsek Gempol Senin (28/11) pukul 11.00. Saat itu, keempatnya berada di pos pengecekan air (Pos Lantung) di Dusun/Desa Carat, Kecamatan Gempol. (one/hn) Editor : Ronald Fernando