Pencurian dua kalung emas itu terjadi Kamis (22/9) sekitar pukul 12.45. Namun, korban Yosua Kenneth, 29, pemilik toko baru menyadari kalung emasnya hilang pada Sabtu (24/9).
Josua menceritakan, tokonya baru buka lima bulan. Pada hari Kamis itu, dia dan istrinya ada di dalam. Karyawan tokonya yang melayani para pembeli saat itu. Kemudian, ada dua emak-emak datang ke toko emasnya. Satu memakai hijab dan satu lagi tidak.
Awalnya, kedua perempuan yang masih muda itu melihat-lihat emas sisi barat. Tempat emas dengan kadar muda. Kemudian, mereka pindah ke sisi timur, tempat emas kadar 70 persen atau emas tua.
Karyawannya tanpa curiga melayani dua perempuan tersebut. Saat itu, dua perempuan itu memilih dan menunjuk-nunjuk sejumlah perhiasan dengan cepat. Seakan berusaha membuat karyawannya bingung.
”Pelaku itu nunjuk-nunjuk dengan cepat, mungkin untuk mengelabui karyawan saya. Saya sudah briefing karyawan untuk hati-hati dan waspada,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Pada karyawannya, dua pelaku itu mengaku hendak membeli emas untuk mahar. Karena itu, mereka butuh perhiasan emas dengan model yang sama dua buah. Karena itu, karyawannya mengeluarkan banyak model.
”Kemungkinan karena karyawan saya banyak mengeluarkan perhiasan, jadi pelaku yang pakai hijab itu ambil kalung dan diselipkan ke sakunya dua kali. Pertama kalung emas 3 gram dan terakhir 10 gram. Perkiraan nilai emas yang dicuri itu total Rp 10 juta,” terangnya.
Namun, Josua belum melaporkan hal itu pada pihak berwajib. Dirinya berharap, setelah video pencurian itu disebarluaskan, ada warga yang mengenali pelaku.
”Tidak saya laporkan ke polisi. Saya berharap semoga ada yang kenal pelaku dan memberitahu ke saya,” katanya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin