Ada dugaan, mobil itu sengaja dibakar oleh orang tak dikenal. Saat terbakar, mobil itu sendiri diparkir di depan rumahnya oleh korban. Yaitu, di RT 7/RW 2, Dusun Taman, Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.
"Saya sedang tidur. Jadi baru nyuci mobil kan capek. Sekitar pukul 10 atau 11 malam saya tidur," kata Ketua Probolinggo Corruption Wacth (ProCW) itu saat ditemui di rumahnya.
Tiba-tiba pukul 02.00, Babun Diawati, 34, istrinya bangun dan berteriak-teriak mobil terbakar. Istrinya lantas membangunkan dirinya. Hullah –panggilannya- pun kaget dan langsung bangun.
“Jadi istri saya mendengar suara ledakan dari depan rumah. Akhirnya dia cek. Ternyata mobil terbakar. Dia langsung teriak-teriak kebakaran gitu," tuturnya.
Saat bangun, Hulla melihat api mulai melalap ban belakang samping kanan. Dia dibantu tetangga sekitar pun berusaha memadamkam api dengan alat seadanya.
"Dipadamkam pakai selang air dengan dibantu warga. Khawatir meledak, sebab kondisi tangki mobil full bensinnya. Ada untungnya juga tidak meledak. Kalau meledak, hancur rumah ini," sambungnya.
Sebelum terbakar, mobilnya sempat digunakan bekerja di wilayah Paiton. Sekitar pukul 18.00, ia berencana pulang, namun terlebih dahulu mengisi BBM di SPBU.
"Bakda Isya saya baru sampai rumah. Selepas itu, nyuci mobil dan tidur. Pukul setengah satu anak saya datang. Jadi istri bangun. Istri kemudian ke kamar mandi. Saat ke kamar mandi itu mendengar ledakan. Ternyata mobil terbakar," katanya.
Hulla sendiri menduga ada orang yang sengaja membakar mobilnya. Sebab, usai kebakaran banyak ditemukan sisa barang yang bukan miliknya.
"Seperti taplak warna hijau yang mungkin digunakan untuk membakar. Taplak itu bukan punya saya. Entah dari mana. Juga ada jeriken. Kemudian bau bensin di ban belakang yang diduga menjadi tempat pertama mobil terbakar," katanya.
Bahkan, keset di teras rumahnya juga digunakan sebagai bahan menyalakan api oleh terduga pelaku agar api menyala lebih besar. "Keset itu ada di depan. Tapi, tadi posisinya ada di bawah mobil dan terbakar. Aneh kan," katanya.
Usai membakar mobil, Hulla menduga, para pelaku lari melewati pagar belakang rumahnya yang terbuat dari gedek. Sebab, pagar belakang rumahnya dalam keadaan terbuka dan rusak.
"Pagar belakang rumah ini tidak ada yang pernah buka. Nah, tadi saat ibu saya ke belakang, eh pagar sudah terbuka. Rusak. Bisa jadi setelah melancarkan aksinya, kabur lewat sana," katanya.
Meski begitu, dirinya tidak dapat memastikan siapa pelakunya. Sebab, tidak adanya saksi saat awal kejadian tersebut. "Tetangga tidak ada yang tahu. Tahunya sudah terbakar," ujarnya.
Jika benar mobilnya dibakar, dia menduga hal tesebut bisa jadi berkaitan dengan profesinya sebagai pegiat antikorupsi. Walaupun, sebenarnya Hulla sudah hampir setahun vakum.
“Baru pilkades barusan ini saya memang tim sukses salah satu calon. Mungkin bisa jadi karena hal-hal itu," lanjutnya.
Sementara itu, Polsek Besuk bersama tim identifikasi Polres Probolinggo telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah barang bukti pun telah diamankan.
Setidaknya ada lima barang bukti yang diamankan. Salah satunya, taplak meja warna hijau yang hangus dan serpihan mobil yang terbakar.
Kapolsek Besuk AKP Achmad Gandi mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan tim inafis untuk olah TKP. Dengan harapan kasus ini segera terungkap. Apakah ada unsur pidana atau tidak.
"Sementara kami proses lidik, lain-lainnya belum kalau terkait dengan profesi korban (aktivis antikorupsi). Kami belum mengarah ke sana. Tentu butuh waktu untuk penyelidikan,” ujarnya. (mu/hn) Editor : Ronald Fernando