Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mau Ritual di Pertapaan Indrokilo Prigen, Warga Malang Meninggal

Ronald Fernando • Sabtu, 16 April 2022 | 10:39 WIB
EVAKUASI: Proses evakuasi petapa Indrokilo yang meninggal, Kamis malam (14/4). (Polsek Prigen for Jawa Pos Radar Bromo)
EVAKUASI: Proses evakuasi petapa Indrokilo yang meninggal, Kamis malam (14/4). (Polsek Prigen for Jawa Pos Radar Bromo)
PRIGEN, Radar BromoRencana Margo Santoso, 67, hendak melakukan ritual ke pertapaan Indrokilo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, berujung tragedi. Dalam perjalanan, kondisinya drop, ia pun akhirnya meninggal dunia.

Warga Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ini meregang nyawa saat dalam perjalanan. Persisnya, di Dusun Talungnongko, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Margo meregang nyawa Kamis malam (14/4) sekitar pukul 19.00.

Informasi yang dihimpun, malam itu Margo Santoso tak sendirian. Ia berangkat bersama istrinya. Serta, dua pasangan suami istri (pasutri) lainnya yang juga berasal dari Malang.

Mereka awalnya datang naik mobil Daihatsu GranMax. Mereka tiba di Dusun Talungnongko siang hari sekitar pukul 13.00. Mobil dititipkan ke warga.

Selanjutnya, perjalanan ditempuh dengan jalan kaki. Jarak pertapaan Indrokilo masih sekitar 3,5 kilometer dari perkampungan warga.

“Di tengah perjalanan, korban bersama rombongan istirahat. Saat itu, korban mengeluhkan kakinya kram,” ujar Rasid, warga Dusun Talungnongko.

Namun, kondisi korban ngedrop. “Saat posisi istirahat itulah korban akhirnya meninggal,” imbuhnya. Mendapati Margo Santoso meninggal, salah satu rombongan lantas naik ke atas area pertapaan Indrokilo. Tujuannya, untuk meminta pertolongan.

Selanjutnya, laporan orang meninggal itu diteruskan pemerintah desa setempat ke Polsek Prigen. Sekitar pukul 20.00, jenazah korban dievakuasi dengan menggunakan tandu untuk turun ke bawah.

Saat sampai di perkampungan warga, jenazah korban sempat diperiksa luar oleh bidan desa setempat. Dengan didampingi petugas dari Polsek Prigen.

Pihak keluarga sendiri menolak dilakukan visum. Mereka menerima kematian korban dan membuat surat pernyataan. Jenazah korban pun lantas dibawa ke rumah duka di Malang.

“Pada jenazah korban tidak didapati tanda-tanda kekerasan. Informasi dari keluarganya, korban ini punya riwayat penyakit jantung. Diduga kuat meninggalkan karena sakit atau kelelahan,” ujar Kanitreskrim Polsek Prigen Aipda Hariyanto. (zal/mie) Editor : Ronald Fernando
#polsek prigen #pertapaan indrokilo