“Dugaan kuat aksi pembunuhan terhadap korban (Bagus Prasetya Lazuardi) dilakukan para pelakunya di wilayah Kota Malang. Di Purwodadi hanya lokasi pembuangan jasad. Sebelum kemudian ditemukan warga sekitar,” terang Kasatreksrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo.
Setelah proses otopsi selesai, Tim Resmob Satreskrim Polres Pasuruan dan Unit Reskrim Polsek Purwodadi langsung lidik di lapangan. Pemeriksaan sejumlah saksi dilakukan. Termasuk memeriksa pacar korban, Ts, 24.
https://radarbromo.jawapos.com/news/12/04/2022/hilang-6-hari-mayat-mahasiswa-kedokteran-ditemukan-di-purwodadi/
Dari pacar korban Ts, petugas mengetahui bahwa korban terakhir berkomunikasi pada Kamis (7/4). Ts sendiri adalah mahasiswi Fakultas Kedokteran UB Malang yang tinggal di Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Sebelum korban dinyatakan hilang dan akhirnya ditemukan tewas, Ts dan korban memang sempat keluar berdua. Mereka buka bersama di sebuah rumah makan di Kota Malang.
Kamis (7/4) sore pukul 16.00, korban menjemput Ts di rumahnya. Setelah buka bersama, calon dokter itu mengantar Ts pulang sekitar pukul 19.30. Kemudian korban pamit.
https://radarbromo.jawapos.com/news/13/04/2022/calon-dokter-yang-dibunuh-dan-ditemukan-di-purwodadi-dimakamkan-di-blitar/
“Setelah mengantar pacarnya pulang, korban melanjutkan perjalanan. Tidak diketahui ke mana. Setelah itu, tidak ada kabar. Keluarga korban kemudian melaporkan bahwa korban hilang,” ujar kasatreskrim.
Diketahui, warga Desa/ Kecamatan Purwodadi, Selasa (12/4) geger. Itu setelah seorang warga yang hendak membuang kucing menemukan mayat. Saat pertama kali ditemukan, kondisi jenazahnya sudah rusak. Tak ditemukan identitas pada korban. Namun pakaiannya hingga jam tangan merek Rip Curl masih digunakan.
https://radarbromo.jawapos.com/news/14/04/2022/pembunuhan-calon-dokter-mobil-hp-hingga-dompet-korban-hilang/
Usai dilakukan pemeriksaan, korban diduga kuat dibunuh. Hal itu terlihat dari sejumlah luka yang ditemukan pada korban. Dari identifikasi sidik jari, korban diidentifikasi sebagai Bagus Prasetya Lazuardi, mahasiswa kedokteran semester akhir Universitas Brawijaya. (zal/hn) Editor : Muhammad Fahmi