Sugito mengaku berangkat dari rumah ke masjid menjelang salat Isya. Seperti biasa, ia memarkirkan motornya di depan masjid yang kumpul dengan Balai Desa Dringu. Motor puluhan jamaah juga diparkir di lokasi yang sama. “Motor saya yang hilang Honda Vario 125. Nopolnya N 2725 MB,” katanya.
Korban baru sadar motornya raib setelah selesai salat tarawih. Ketika hendak pulang, motornya sudah tidak ada di tempat parkir. “Motor saya posisinya sudah dikunci setir. Tetapi, rumah kuncinya tidak saya tutup,” ujarnya.
Sugito menduga pencurian dilakukan saat berlangsung salat tarawih. Sebab, sempat ada jamaah yang mendengar bunyi alarm motor Honda Scoopy. Motor itu berada di dekat motor korban.
Diperkirakan pelaku hendak mencuri motor Scoopy, tetapi karena alarm berbunyi, pelaku mencuri motornya yang kondisi tutup rumah kuncinya tidak ditutup. “Sempat ada alarm motor yang hidup, tapi bukan motor saya. Waktu itu jamaah yang dengar tidak mengira kalau ada aksi pencurian motor,” terangnya.
Pasca kejadian, korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Dringu. Malam itu juga, anggota polsek mendatangi lokasi kejadian. Korban juga dimintai keterangan.
“Saya juga imbau pada semua masyarakat, anggota dan pengurus MWC NU Dringu, untuk lebih meningkatkan keamanan. Terutama tempat parkir kendaraan bermotor,” katanya.
Kapolsek Dringu AKP Muhammad Dugel mengaku sudah menerima laporan korban. Anggota juga sudah mendatangi lokasi kejadian dan kumpulkan keterangan dari saksi. “Masih kami selidiki. Semoga segera terungkap,” harapnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin