Bahkan saat live streaming bugil di kamar mandi, pihak kafe tidak sampai tahu. Pihak kafe baru tahu setelah ada petugas kepolisian, datang dan melakukan penggerebekan. Langkah pengungkapan yang sejatinya sudah diendus sejak lama.
“Aksi video bugilnya yang terakhir dan kemudian tertangkap, dilakukan pelaku di dalam toilet kafe di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen. Saat itu malam hari, berhasil terlacak tim patroli cyber,” terang Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/01/03/2022/live-show-pornografi-online-dilakukan-di-toilet-kafe-wilayah-prigen/
Selain di kamar mandi kafe dan kamar, apakah pelaku pernah membuat video di hotel? Kasatreskrim menuturkan tidak. “Dari pengakuan tersangka ke penyidik, tidak pernah dilakukan di kamar hotel,” ungkapnya.
Selasa (1/3) siang, Jawa Pos Radar Bromo sempat mendatangi kafe di Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen. Di kafe inilah Cleopatra sempat live streaming bugil di dalam toiletnya, sebelum tertangkap.
Kafe tersebut suasananya tampak asri. Siang itu pengunjung tidak terlalu banyak. Lahan parkir untuk kendaraan cukup luas. Kafe ini baru beroperasi. Belum sampai setahun.
Begitu masuk ke dalam ruangan kafe, tampak sejuk dan dingin karena di dalam ruangan ber-AC. Sekelilingnya terdapat tembok kaca. Dari dalam, pengunjung bisa melihat view luar yang terlihat jelas.
Begitu masuk ke dalam toiletnya, ada ruangan sendiri. Terdapat tiga deret toilet. Interiornya terbilang mewah. Layaknya toilet hotel bintang lima. Mulai dari wastafel, lantai dan dindingnya serta lain-lainnya.
Jawa Pos Radar Bromo sempat bertemu dan ngobrol dengan karyawan kafe sambil pesan minuman. Namun, tidak berkomentar banyak.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/02/03/2022/cleopatra-dapat-cuan-minimal-live-tiga-jam-sehari-rencana-mau-beli-mobil/
“Harinya saya lupa. Ada pengunjung wanita diamankan buser dari Polres Pasuruan pada malam hari. Informasinya pelaku video bugil. Lebih jelasnya, maaf tidak tahu,” tuturnya.
Jawa Pos Radar Bromo, juga berkesempatan menghubungi R, pemilik kafe via telepon. Dia sedang berada di luar kota.
“Kami tidak menyangka dan tentunya kaget. Saat terjadi penangkapan terhadap pelakunya, posisi saya di luar atau tidak di kafe,” bebernya.
Kemudian untuk pelakunya sendiri, dirinya termasuk juga karyawannya tidak kenal dengan pelaku. Asalnya dari mana dan profesinya apa, R mengaku tidak tahu.
“Pastinya prihatin. Untuk pengawasan pengunjung, apalagi ke dalam toilet. Di luar kendali dan kontrol kami. Itu wilayah privasi dan tentunya tidak termonitor oleh CCTV,” ungkapnya. (zal/fun) Editor : Jawanto Arifin