”Efektif atau tidaknya bergantung pemakaian dan penempatan,” kata Deny Prasetyo, mekanik motor asal Pandaan.
Menurut dia, perangkat GPS jarang dipakai untuk sepeda motor. Sebab, harga pirantinya cukup mahal. Termasuk, GPS tidak menjamin motor yang sudah hilang dicuri bisa ditemukan kembali dengan alat tersebut.
Begitu pula dengan gembok atau kunci ganda. Tidak asal beli gembok. Kalau pakai gembok pada umumnya, seperti gembok pintu dan pagar, pelaku curanmor dengan mudah membuka atau merusaknya. Tidak ada kesulitan.
Deny menyebutkan ada gembok atau kunci ganda khusus yang tidak mudah rusak meski dipukul dengan palu atau batu. Pakailah kunci ganda atau gembok khusus. Beli di toko spare part motor. ”Saat kendaraan parkir, pasangnya di bearing cakram roda atau sekok. Itu lebih aman dan tepat,” tuturnya.
Bagaimana pengaman dengan alarm? Alarm bisa digunakan jika kendaraan parkir tidak jauh. Jaraknya terbatas atau dekat. Karena bunyi alarm untuk motor tidak sekeras bunyi alarm mobil.
”Alarm sudah umum. Ditinggal tidur pemiliknya motor tetap raib. Karena tinggal potong rangkaian kabelnya. Alarm bisa langsung dimatikan. Posisinya sudah dihapal pelaku,” ungkapnya.
Ada pengaman lain untuk motor yang bisa dipakai dengan efektif. Yaitu, kunci otomatis dengan sensor pakai sentuhan tangan. Bentuknya berupa rangkaian piranti. Barangnya bisa dibeli di toko atau via online. Harganya terjangkau sekitar antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu.
Menurut Deny, menggunakan alat pengaman kunci otomatis ini cukup efektif. Sebab, bisa jadi, kunci rumah kontak dan kontak sudah dibobol dengan kunci T atau lainnya oleh pelaku. Klakson dan lampu mungkin bisa hidup. Tapi, mesin motor tidak bisa on atau hidup. ”Karena tidak ada sentuhan tangan pemilik motor,” ujarnya. (zal/far) Editor : Jawanto Arifin