Aksi pencurian motor itu terjadi Selasa malam (25/1) sekitar pukul 21.30. Pencurian itu terekam Closed Circuit Television (CCTV). Dua pelaku masuk halaman toko Basmalah Dusun Mesagi, Desa Wonosari, Kecamatan Tutur. Mereka sudah mencongkel kunci sepeda motor sasaran.
Namun, aksi tersebut gagal total. Sebab, empat santri penjaga minimarket memergokinya. Mereka lantas berhamburan keluar. Dengan gagah berani, santri-santri itu berusaha menangkap pelaku. Salah satunya bahkan melancarkan ”terkaman maut” terhadap pencuri yang masih duduk di motor. Dia melompat ke jok motor yang dikendarai pencuri.
Pelaku berusaha kabur. Namun, kepalanya ditarik-tarik. Akhirnya, kedua pencuri itu lari tunggang langgang. Mereka kabur. Terbirit-birit ke kegelapan malam. Bahkan, karena begitu takutnya, pelaku meninggalkan sepeda motor yang mereka gunakan untuk beraksi.
Jejak mereka jelas di tempat kejadian perkara (TKP). Yaitu, Honda Vario bernopol AG 3145 NM. ”Pelakunya dua orang. Kabur dan motornya ditinggal. Lain-lainnya langsung bisa tanyakan ke Polsek Nongkojajar,” kata Syaifudin, kepala toko Basmalah kepada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (26/1) siang.
Kapolsek Nongkojajar AKP Kusmani mengatakan, pencurian motor yang gagal itu berlangsung cepat. Sekitar 1 menit 19 detik. Dua pelaku berboncengan motor Vario. Sesampainya di halaman toko, pengendara motornya masuk. Teman yang diboncengkannya berada di teras. Berusaha mencongkel kunci motor Honda Beat di parkiran.
Ternyata Honda Beat itu milik karyawan Basmalah. Mereka ketahuan. Pelaku yang mencongkel kunci kabur duluan. Kemudian, temannya berusaha menyusul kabur. Karyawan toko mengejar. Namun, kedua pelaku berhasil lolos ke hutan pinus di dekat lokasi.
”Kasusnya proses lidik. Motor milik pelaku kami amankan di mapolsek. Saksinya empat orang. Korban dan tiga orang rekannya dari karyawan toko,” ungkapnya. (zal/far) Editor : Muhammad Fahmi