Pj. Kepala Desa Banyuanyar Tengah, Johan Ismudi menjelaskan, korban langsung menghubungi perangkat Desa Banyuanyar Tengah setelah mengetahui garasinya dibobol. Perangkat desa bersama warga lantas mendatangi lokasi.
Mereka kemudian bersama-sama mencari petunjuk tentang aksi pencurian itu. Saat itulah diketahui, pelaku mematikan lampu di sawah. Sehingga, kondisi lingkungan sekitar gelap.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/08/01/2022/jebol-garasi-maling-bawa-kabur-tiga-motor-di-banyuanyar/
“Korban menghubungi perangkat desa sekitar pukul 05.45. Kami langsung datang membantu. Dari keterangan yang diberikan tetangga korban, lampu sawah yang biasanya selalu hidup ternyata mati,” kata Johan.
Korban Muhammad Fatlullah membenarkan hal itu. Saat selesai mengecek garasi, dia keluar melalui pintu belakang yang sudah terbuka. Saat itulah korban sadar, lampu di persawahan ternyata mati.
“Lampu sawah itu biasanya hidup, saya cek kok mati. Arah menuju lampu ada bekas tapak kaki. Diduga pelaku melonggarkan lampu agar mati,” katanya.
Korban kemudian mengecek jalan setapak di belakang rumahnya yang hanya dibatasi oleh selokan. Di sana ditemukan bekas roda motor mengarah ke barat. Yang berjarak 300 meter setelahnya adalah jalan aspal. Diduga pelaku membawa kabur motor melalui jalan tersebut.
“Pelaku lebih dari tiga orang. Setelah menjebol garasi, motor digotong ke jalan setapak di belakang rumah. Kemudian dituntun sampai jalan aspal sebelah barat,” tandasnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin