Aksi pembacokan itu terjadi Minggu malam (3/10) sekitar pukul 18.00. Pembacokan itu terjadi di kebun mangga milik As’ari di Dusun Godong Timur, tak jauh dari rumahnya.
Insiden pembacokan itu berawal saat As’ari mendatangi kebun mangga miliknya. Malam itu, ia memergoki mangganya dicuri oleh Ht, yang merupakan tetangganya se kampung.
Mendapati mangganya dicuri, As’ari lantas meminta mangga itu untuk dimasukkan ke sak. Dan tak dibawa pulang oleh pelaku Ht.
“Begitu tepergok mencuri mangga, pelaku diingatkan oleh korban. Tapi, pelaku langsung memukul korban dengan bambu. Kemudian merebut sabit milik korban. Setelah berhasil, langsung membacoknya mengenai bagian dahi atas korban,” beber Kades Sebandung Soleh.
Mengetahui korbannya terluka dan jatuh tersungkur, pelaku langsung kabur ke arah Sukorejo. Tak berselang lama, warga mendatangi lokasi kejadian usai mendengar suara teriakan minta tolong.
Korban As’ari sempat dibawa ke rumah kades. Selanjutnya dibawa ke IGD Puskesmas Sukorejo untuk mendapatkan perawatan medis. “Korban dan pelaku ini saling kenal, tinggal satu kampong. Cuma beda RW saja. Pasca kejadian hingga sekarang, pelakunya kabur dan belum kembali pulang. Selama ini dikenal residivis, seringkali masuk dan keluar penjara terlibat kasus pencurian,” katanya.
Tak berselang lama, petugas Polsek Sukorejo mendatangi Puskesmas usai dapat laporan dari pemdes setempat. Petugas pun melakukan visum serta mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 1 kaus warna abu-abu milik korban, satu sak mangga milik korban yang diambil pelaku dan satu buah bambu panjangnya lima meter.
Untuk sabit milik korban yang direbut pelaku, polisi tak menemukannya. “Pelaku pembacokannya satu orang, identitasnya sudah diketahui merupakan tetangga korban dan keduanya tinggal se kampung. Kasusnya dalam proses lidik, ,” jelas Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Sukiyanto. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi