Penetapan tersangka ini disampaikan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman. Menurutnya, pihaknya telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Yaitu, pemilik rumah Abdul Gofar, 43 dan Mad Sodik, 65, ayah Gofar.
“Ada dua tersangka dalam kasus ini. Tersangkanya yang meninggal itu,” katanya.
Ia menjelaskan, proses penyelidikan dalam kasus ini masih terus berjalan. Meskipun telah ditetapkan dua tersangka, namun tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan.
https://radarbromo.jawapos.com/pasuruan/11/09/2021/blaarr-bapak-anak-di-gondang-wetan-tewas-usai-rumahnya-meledak/
”Untuk yang diperiksa masih sama. Yaitu, ada sembilan orang,” ungkapnya.
Selain penetapan tersangka, saat ini pihaknya, menurut Kapolresta, sedang menunggu hasil labfor dan gelar perkara. Hasil labfor ini berkaitan juga dengan kepastian bahan apa saja yang dibawa oleh tim Gegana Polda Jatim dari TKP dan sampai sejauh apa efeknya.
“Kami masih menunggu hasil labfor dan gelar perkara. Untuk ledakannya berdasarkan hasil keterangan saksi yaitu bom ikan. Tetapi untuk kepastiannya, kami masih menunggu hasil labfor,” lanjutnya.
Sementara itu, Polres Pasuruan Kota kemarin kembali menyisir lokasi di sekitar TKP. Rumah-rumah warga yang berada di sekeliling lokasi kejadian juga tidak luput dari sisiran petugas. Tujuannya, untuk menemukan bahan peledak lain yang mungkin disembunyikan oleh warga.
Hasilnya, di lokasi petugas kembali menemukan barang bukti (BB) yang diduga bahan peledak. Ada beberapa jenis yang ditemukan. Barang-barang itu ditemukan di dapur rumah Gofar.
Berdasarkan informasi di lapangan, barang yang ditemukan berupa serbuk warna hitam, belerang ayakan halus, arang warna hitam. Lalu, lem kayu, timbangan, sejumlah panci, dan ember.
Saat ditemukan, barang-barang itu tertimbun reruntuhan dinding tembok dapur. Petugas pun langsung mengamankan bahan berbahaya itu. Setelah itu, dipasang garis polisi tambahan di tempat itu.
“Bahan itu ditemukan di TKP dan sementara masih diamankan di TKP. Besok (hari ini. Red) akan diambil oleh jibom (penjinak bom),” katanya.
Jibom yang didatangkan hari ini akan kembali menyisir TKP untuk terakhir kalinya. Tujuannya menuntaskan dan menetralisasi lokasi agar benar-benar aman. “Kan banyak reruntuhan ya. Jadi belum tuntas kayaknya,” ungkapnya. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin