Sapi Brangus Warga Kedungsupit Dimaling, Tiga Pelaku Terekam CCTV

Jawanto Arifin • Dipublikasikan Minggu, 15 Agustus 2021 | 13:55 WIB
DIBOBOL: Kandang sapi milik Umi Siti yang Sabtu (14/8) dini hari dimasuki pencuri. Pelaku berhasil menggondol sapi jenis brangus milik Umi Siti. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
DIBOBOL: Kandang sapi milik Umi Siti yang Sabtu (14/8) dini hari dimasuki pencuri. Pelaku berhasil menggondol sapi jenis brangus milik Umi Siti. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
WONOMERTO, Radar Bromo - Aksi pencurian hewan ternak yang marak harus tetap diwaspadai warga di Kabupaten Probolinggo. Terlebih menjelang pesta demokrasi tingkat desa (baca: pilkades serentak) tahap kedua, yang masih akan berlangsung hingga Februari tahun depan.

Sabtu (14/8) dini hari, sapi jenis brangus warna hitam milik warga RT 3/RW 1, Dusun Bintaos, Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, dimaling. Sapi jantan seharga Rp 20 juta itu hilang sekitar pukul 02.30.

Aksi pencurian itu terekam CCTV pemilik rumah, yakni Umi Siti Aminah, 43. Dari rekaman CCTV, dini hari itu tampak tiga orang yang melakukan aksi pencurian tersebut. Hingga kini petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Umi Siti Aminah menerangkan bahwa sekitar pukul 01.00 sapi yang dirawatnya mulai lima bulan lalu itu masih berada di kandang. Sekitar pukul 04.00, Umi Siti terbangun dan hendak mengambil wudhu untuk salat subuh.

Dia lalu berjalan ke dapur. Kebetulan dapurnya menjadi satu dengan kandang sapi. Nah, saat melihat kandang, Umi Siti terkejut karena satu-satunya sapi yang ada di kandangnya itu sudah raib. Dia juga melihat atap dapur terbuka, termasuk pintu belakang dapur.

Begitu hilang, Umi Siti lalu mengecek closed circuit television (CCTV). “Setelah dilakukan pengecekan di CCTV rumah, rupanya pelaku beraksi sekitar pukul 02.30. Dari rekaman CCTV, yang terlihat ada dua orang. Tapi diperkirakan jumlah pelaku lebih dari dua orang,” beber Umi Siti. Sebab, sempat ada saksi yang melihat ada satu orang lagi yang berada di luar dapur bagian belakang rumah. Belum lagi yang ada di mobil.



Ia menyakini bahwa sapinya dibawa menggunakan mobil lantaran ada jejak sapi yang mengarah pada jalan. “Jadi rumah saya belakangnya ini langsung tol, dan lagi ada bekas tembok tol yang dibongkar agar sapinya bisa masuk tol,” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut pihak keluarga melaporkan ke Polsek Wonomerto. Sekitar pukul 08.00 ada sejumlah petugas dari polsek yang datang untuk melihat dan melakukan olah TKP. “Tadi (kemarin, Red) ada petugas yang datang dan melakukan pemeriksaan. Bahkan juga ada sandal jepit putus yang diduga milik pelaku,” tambahnya.

Umi Siti berharap sapinya bisa ditemukan. “Semoga pelaku tertangkap dan sapinya juga ketemu,” harapnya.

Terpisah, Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono membenarkan peristiwa itu. Saat ini petugas masih dalam proses penyelidikan atas peristwa pencurian sapi yang terjadi di Desa Kedungsupit tersebut. “Jadi kami masih proses penyelidikan. Termasuk masih akan mengambil rekaman CCTV yang ada. Pasalnya masih belum bisa di-copy lantaran operatornya belum ada. Kami juga minta agar warga juga waspada dan berhati-hati,” katanya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
polsek wonomerto pencuri sapi terekam cctv pencurian sapi kedungsupit