Hal itu diketahui penyidik Polsek Besuk, selama melakukan penyelidikan. Salah satunya dilakukan dengan mengumpulkan keterangan. Termasuk dari korban.
Salah satu barang bakti yang diamankan kepolisian adalah bata bekas dinding toko yang dibobol. Dari hasil rekaman closed circuit television (CCTV), pelakunya diketahui tidak hanya satu orang.
“Diduga para pelaku menggunakan alat-alat bangunan. Seperti linggis dan palu besar. Sebab, bekas bata yang dijebol sangat rapi,” ujar Kanitreskrim Polsek Besuk Aipda Dadang A. Wijaya, kemarin (18/7).
Dari hasil rekaman CCTV diketahui pelaku berjumlah 5 orang. Tiga pelaku masuk dari lubang untuk mengambil barang di dalam toko, sementara dua lainnya berjaga di luar toko. Yakni, di dekat dinding yang mereka jebol.
Para pelaku yang masuk, kata Wijaya, sepertinya sudah sangat hafal lokasi barang-barang di toko. Itu tampak dari beberapa barang yang diambil. Semuanya bernilai jual tinggi. Diduga, sebelum beraksi, para pelaku memantau isi toko dulu.
Meski beberapa keterangan saksi dan barang bukti telah dikantongi, kepolisian belum mendapatkan titik siapa pelaku. Sebab, para pelaku beraksi dengan menutupi bagian kepalanya. Mereka menggunakan barang-barang dalam toko, seperti kerudung dan topi. “Masih terus kami dalami. Kami semaksimal mungkin akan menyelidiki kasus ini,” ujarnya.
Pencurian itu terjadi pada Kamis (15/7) dini hari. Toko milik Supardi, dibobol maling. Pelaku menjebol dinding toko dan menggondol sejumlah pakaian. Akibat kejadian ini, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. (mu/rud) Editor : Jawanto Arifin