Dwi baru menyadari motornya dicuri selepas sahur, Rabu pagi (14/4). Motor itu diduga hilang antara pukul 01.30 hingga pukul 04.00.
Sekitar pukul 01.30, Dwi masih belum tidur. Ia sempat keluar dari dalam rumah. Lalu, mengecek kondisi parkiran rumah. Di parkiran, terdapat empat motor. Tiga motor diparkirkan di garasi rumah yang berada pada sisi sebelah barat.
Sementara motor Honda Vario dengan nomor polisi N 5048 NK berwarna hitam diparkir depan rumah sisi sebelah utara yang masih ada di dalam pagar.
“Saya sempat keluar rumah dan melihat motor yang diparkir, semuanya masih lengkap. Kemudian masuk ke dalam rumah menonton televisi,” ujar Candra saat ditemui.
Selanjutnya pukul 03.30, selesai makan sahur dirinya keluar rumah dan melihat satu motor yang diparkir tersebut sudah tidak ada. Ia lantas bertanya kepada semua keluarga di rumah. Tak ada yang tahu keberadaan motor itu.
“Padahal, motor itu sudah diparkir dengan kunci setir mengarah ke arah kanan. Pintu garasi yang sebelumnya digembok, dibobol dan terbuka,” terang Candra.
Mengetahui hal tersebut, Candra mecoba mencari informasi dengan menanyakan kepada tetangga sekitar. Seorang tetangga kemudian mengatakan jika sekitar pukul 02.00-02.30 di depan rumahnya, ada orang mencurigakan.
Satu orang berada di atas motor matik warna biru yang diduga motor Honda Beat. Sementara lainnya berada di depan pintu gerbang seolah-olah sedang membaca situasi sebelum melakukan aksi.
“Ada info dari tetangga memang ada orang mencurigakan sebelum kejadian. Namun belum bisa dipastikan apakah itu pelakunya atau bukan,” ungkapnya.
Mendapat informasi tersebut, kemudian dirinya mencoba mencari petunjuk dan bukti terkait pencurian motor. Hasilnya ditemukan sebuah jejak kaki pada pagar rumah setinggi 1,5 meter.
Pelaku diduga memanjat pagar sebelum melakukan aksinya dan kabur dengan membobol gembok yang posisinya ada di dalam rumah.
“Ada bekas kaki, kemungkinan jadi tempat turunnya pelaku. Selanjutnya sekitar pukul 04.15 kami melaporkan kejadian ini pada Polsek Kraksaan,” tutur Candra.
Jawa Pos Radar Bromo mencoba mengonfirmasi kejadian tersebut kepada Kapolsek Kraksaan Kompol Sujianto. Namun hingga berita ditulis masih belum ada jawaban. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi