Kades Wotgalih RK menjelaskan bahwa pemberitaan yang menyebut dirinya berzina dengan perangkat desanya, S, tidak benar sama sekali. Minggu (21/3) pagi saat ia digerebek warga bersama S, ia memang menelepon S untuk urusan pencairan program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) di desanya.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/26/03/2021/usai-digerebek-bu-kades-wotgalih-laporkan-pencemaran-nama-baik/
Mereka lantas janjian bertemu di pinggir jalan raya Sumberanyar. Saat itulah, teman dari S yakni A, warga Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling, mengajak mereka untuk masuk ke dalam sebuah rumah.
Tapi menurut Bu Kades, saat ia baru masuk, tiba-tiba pintu sudah didobrak. Warga disebutkan menuduh mereka berzina. Bahkan, S sempat dilucuti pakaiannya oleh warga. Warga juga meminta S untuk membuka celananya. Namun, S berhasil mempertahankan diri.
https://radarbromo.jawapos.com/hukrim/21/03/2021/berduaan-dengan-perangkat-di-kamar-bu-kades-digerebek-suami-warga/
Sementara Kades Wotgalih mengaku, dirinya tetap menggunakan pakaian lengkap duduk di ruang tamu. Bahkan, di rumah tersebut saat itu tidak hanya mereka berdua.
"Ada A dan keluarganya juga di dalam rumah. Kami bicara di ruang tamu. Cuma memang hubungan saya dengan EM (suaminya, Red) renggang sejak enam bulan ini. Dia menikah siri dengan wanita asal Desa Dandanggendis dan saya tidak mau. Cuma kami memang belum pisah resmi," jelas RK.
https://www.youtube.com/watch?v=LZbCGcIHmqg&t=12s
Terpisah, Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP Endy Purwanto menyebut penyidik sudah menerima pengaduan dari RK dan kuasa hukumnya. Namun sejauh ini pihaknya belum bisa berbicara banyak.
"Saya belum bisa bicara soal pengaduan itu. Apalagi tadi penyidik baru menerima pengaduan dari yang bersangkutan. Tunggu saja nanti," sebut Endy.
Kades RK sendiri digerebek bersama perangkat desanya, S, 35, di sebuah rumah di Dusun Bedungan, Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Minggu (21/3). Mereka digerebek EM, 40, suami RK bersama warga setempat.
EM menyebut, keduanya ditemukan tanpa menggunakan busana di sebuah kamar. Warga yang emosi sempat memukuli S, sebelum diamankan oleh polisi. (riz/hn/mie) Editor : Jawanto Arifin