Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) itu terjadi di SMPN Pohjentrek dan SMPN Rejoso. Keduanya berlangsung di halaman sekolah. Salah seorang korban ialah Kepala SMPN Pohjentrek Sugeng.
Selasa (16/3), kata Sugeng, dirinya sedang rapat dengan para guru. Mereka hadir di sekolah pada hari itu. “Ada rapat pemeriksaan pengawas. Jadi, guru-guru ada di ruangan,” katanya.
Tidak ada satpamnya? Sugeng memastikan sebenarnya ada penjaga sekolah yang bertugas di sana. Namun saat pencurian terjadi, si penjaga sedang ngopi. Tidak jauh dari lokasi. Jadi, gerbang sekolah tidak ditutup.
Terlihat waktu itu, sekitar pukul 12.00, para pelaku datang. Jumlahnya tiga orang. Mereka naik satu sepeda motor. Seorang pelaku bertugas mengawasi sekitar sekolah. Dua yang lain masuk untuk menggasak motor sasaran, yaitu Honda Vario dan Honda Beat. “Pelakunya kelihatan, terus dikejar. Tapi sudah tidak nutut,” ungkap Sugeng.
Peristiwa serupa terjadi di SMPN Rejoso 2. Kepala SMPN Rejoso 2 Riyanto bercerita, Pada Sabtu pagi (13/3), guru-guru datang. Pemilik motor yang hilang itu baru tiba sekitar pukul 06.30. Dia parkir. Namun sekitar pukul 06.45, sepeda motor matik milik korban sudah amblas.
Menurut rekaman kamera CCTV di sekolah itu, pencurian terjadi begitu cepat. Namun guru-guru baru tahu sekitar pukul 12.00 saat hendak pulang. Pelaku berjumlah dua orang. Seorang mengawasi, seorang lain melakukan eksekusi.
Kedua pencurian tersebut sudah dilaporkan ke polisi. Kapolsek Pohjentrek AKP Qomarudin Arif mengatakan, setelah mendapatkan laporan, jajarannya langsung mendatangi dan menyelidiki lokasi. ”Iya dilaporkan hari ini (kemarin, Red). Sekarang masih lidik," katanya.
Kapolsek Rejoso AKP Wilang juga menyatakan kasus curanmor di wilayah hukumnya itu sudah ditangani. Saat ini masih penyelidikan. "Iya ada laporan. Sudah ditindaklanjuti," jelasnya. (sid/far) Editor : Jawanto Arifin